| Views: 657.

Warga Binaan Lapas Gunung Sugih Dituntut Memiliki Keahlian Bertanam Jagung Dan Miliki Ketrampilan


Lampung Tengah—Meskipun di tengah pandemi covid 19, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, telah melakukan tanam jagung. “Kami merasa senang karena bisa tanam jagung sebelum bebas menjalani masa hukuman,” kata seorang warga binaan yang tidak mau disebutkan namanya, Senin ( 31/08/2020).

Bahkan selain sudah menanaman jagung di lahan milik lapas setempat. Warga binaan Lapas Gunubgsugih, juga dituntut memiliki ketrampilan seperti perbengkelan, pengelasan, pertukangan dan peternakan serta menggeluti usaha pertanian lainya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Gunungsugih, Sohibur Rachman mengatakan, pihaknya mendorong para warga binaan untuk mandiri dan bisa berwirausaha dengan mengelola usaha pertanian, perikanan, peternakan juga pertukangan, perbengkelan, kuliner hingga pangkas rambut.

Karena itu, dirinya mewajibkan narapidana yang tinggal menjalani masa hukuman tiga bulan ke depan untuk dilakukan pelatihan untuk menjadi wirausaha.

Pelatihan kewirausahaan itu agar mereka memiliki ketrampilan sehingga bisa hidup mandiri dan tidak menggantungkan ke orang lain.

“Kami berharap usaha pertanian itu nantinya mereka warga binaan setelah bebas menjalani masa hukuman bisa menggeluti usaha pertanian di kampung halamannya,” kata Sohibur Rachman.

Bahkan belum lama ini, kata dia, warga binaan berhasil memanen ikan lele. Selain itu, warga binaan juga di ajarkan untuk mengembangkan tanaman cabai, kencur hingga tanaman sayuran lainya.

Kalapas Sohibur Rachman, terus meningkatkan pengetahuan bertani kepada para narapidana agar berhasil mengembangkan usaha pertanian. Kuncinya, pertanian itu pertama menggunakan benih yang berkualitas, dengan cara penggunaan pupuk yang berimbang antara organik dan non organik juga tersedia jaringan air dan dilakukan pestisida,” tuturnya.

“Dengan di berikan ilmu ketrampilan dan ke ahlian mudah- mudahan warga binaan Lapas kelas II B Gunungsugih, setelah selesai menjalani hukuman, bisa kembali bersama keluarganya dan masyarakat sudah memiliki ketrampilan.

Sebab, dengan di bekali ketrampilan pertanian, akan menciptakan kemandirian sehingga tidak kembali melakukan perbuatan melanggar hukum. Selama ini, mereka warga binaan sudah sejak beberapa bulan telah menggarap pertanian jagung dan saat ini sudah berusia 40 hari,” pungkasnya.( Red )

 

Short URL: https://detiknusantara.com/?p=47101

Posted by on Agu 31 2020. Filed under Kriminal, News, Otomotif, Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry
iklan 1

header

Recently Commented