| Views: 656.

Mantan Kadis Kominfo Lamteng Diduga Korupsi Berjamaah Anggaran Diskominfo Tahun 2019

Lampung Tengah – kisruhnya penagihan dana media online di penghujung tahun 2019. Pada dinas komunikasi dan Impormasi kabupaten lampung tengah, membuat para anggota dprd lampung tengah berang, sehingga membuat keingin tahuan para legislator tersebut memuncak, seperti apa yang di sampaikan oleh salah satu anggota komisi II.toni sastra jaya, SH, MH. mengatakan, media ini kan mitra kerja pemerintah dan dprd, kenapa di aniaya, sehingga dana tagihan untuk media tahun 2019, tidak di bayar Sedangkan
media online kan sudah bekerja sama, dengan pemerintah daerah kabupaten lampung tengah, c/q kadiscominfo.

Terbongkar nya masalah media online tidak terbayar secara keseluruhan, karena media online Ingin mengajajukan penagihan dana publikasi online di penghujung tahun, 2019″.
dengan sisa tagihan yang belum terbayar, sisa dana tersebut berpariasi ada yang dua bulan, ada yang empat bulan, ada yang enam bulan bahkan ada yang tidak terbayar sama sekali dalam satu tahun.

Masalah dana media online yang tidak terbayar bermula dari pemindah bukuan pembiayaan anggaran dana media online dari dprd c/q sekwan di limpahkan ke dinas komukasi dan impormasi kabupaten lampung tengah, dengan jumlah sebanyak = 134. Media online. yang telah mendapatkan kesepakatan dan persetujuan oleh panitia banang dprd, untuk di gabung kan pengelolaan dan pembiayaan pada discominfo tahun anggaran 2019.

Mengingat ada nya hasil kesepakan sekwan dprd lampung tengah Drs. Syamsi roli, MM. dengan kadiscominfo kabupaten lampung tengah, Drs. H. Sarjito. Yang di sepakati serta di setujui pula oleh ketua dan anggota badan anggaran (banang) dprd. Lampung tengah.

Setelah melalu rapat banang dprd lampung tengah berkisar bulan oktober 2018. Media onlie yang di keloka oleh dprd dengan jumlah, 134. media online di serahkan pengelolaan dan pembiayaan nya berikut anggaran nya,” yang kelola oleh sekwan agar di serahkan kepada discominfo dengan anggaran total khusus media online sebanyak =Rp 1,8. M lebih.

Dengan pelaksanaan paripurna penetapan anggaran APBD tahun anggaran 2019. Bahwa kewenangan sekwan tentang pengelolaan pembiayaan media online sebanyak =Rp 1,8. M. Sudah sepenuhnya kewenangan discominfo kabupaten lampung tengah tahun anggaran 2019.

Tekait dengan penagihan media online yang masih belum tertagih tahun anggaran 2019.. Bendahara anggaran pembiayaan discominfo mencoba membuka data entri yang ada di BPK.AD. ternyata sisa anggaran untuk media online hanya tersisa berkisar lebih kurang =Rp 150. Jt. Sementara untuk memenuhi tagihan media online tahun 2019. berkisar = Rp 600. Jt.

Isu tentang tidak terbayarkan semua dari sisa tagihan media online tahun 2019.di discominfo di karnakan ada beberapa media yang melaporkan kepada anggota dprd tentang media online yang belum terbayarkan semua oleh discominfo.
Sehingga anggota dprd lintas komisi langsung mengambil sikap, guna memanggil kadiskonfo melukan hearing untuk di dengar penjelasan nya terkait anggaran media online tahun 2019. berkisar =Rp 1.Miliar lebih.

Pada saat hearing dengan kedis iman saputra,SH, pada bulan januari 2020. Saya tidak bisa menjelaskan porsoaalan ini pak karna saya baru dua minggu menjadi kadis ini, bahkan ada satu stap saya baru saja meninggal dunia, yang persis tau permasalahan ini, sebagai saran saya kata pak iman di hadapan ketua komisi satu serta anggota dan di hadiri pula oleh komisi dua bidang anggaran. yang merupakan mitra dengan dinas terkait, permintaan saya kata pak iman, mohon di minta juga keterangan dari pak kadis yang lama sarjito.agar masah nya jelas dan saya pun siap untuk diminta hadir, kata iman.

Pada saat pemanggilan hearing tahap kedua, oleh dprd lintas komisi, yang di hadiri oleh ketua komisi 1..hendri ferizal, najamudin, dengan moderator, M. Ghopur.
Serta hadir pula dari komisi dua. Toni sastra jaya, SH, MH.
Dengan menghadirkan sarjito mantan kadiscominfo ( yang saat ini menduduki jabatan assisten III.) serta iman saputra,SH. kadiscominfo yg baru sekretaris, yudairi hasan dan salah satu kabid beserta staf discominfo.

Beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh anggota dewan terkait dana anggaran media online tahun 2019. Sebanyak =Rp 1,8. Miliar..
Sarjito membenarkan ada nya dana tersebut, yaitu dari pelimpahan media online yang ada di dprd berikut dana tersebut kata sarjito.

Sarjito membenarkan adanya dana = Rp 1,8. Miliar tersebut, namun peruntukan untuk media online hanya =Rp. 800. Jt. Saja, ” karna dana yang =Rp 1. Miliar itu di bagi bagi pak. Namun saya tidak etis untuk membuka nya disini, siapa saja yang kebagian dari dana ini kata sarjito, (Red).

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=45763

Posted by on Mar 22 2020. Filed under Health, Kriminal, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented