| Views: 510.

Wardian Adik Alm Warida Resmi Laporkan Rumah Sakit Mutiara Bunda ke Polres Tulang Bawang

Wardiansyah warga asal menggal, 14 september 1989, yang Ber alamat di jalan gunung sakti RT/RW 001/003 kecamatan Menggala kabupaten tulang bawang,

Telah melaporkan bahwa telah terjadi peristiwa/perkara tindak pidana, yang diduga kelalaian dalam penindakan medis pada pasien rumah sakit pada tanggal 12 febuari 2020 sekira jam 21:05 Wib.

Sebagaimana di maksud dalam laporan polisi nomor LP 50 /11/2020/Polda Lampung/Res Tuba tanggal 20 febuari 2020

Seperti yang terjadi di Rumah Sakit Mutiara Bunda yang beralamatkan Jalan Lintas Timur Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang, disinyalir telah melakukan dugaan malpraktek terhadap pasien bernama Warida (34) dan bayinya yang merupakan warga Kampung Kahuripan Dalam, kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang.

Pasien meninggal dunia, saat melakukan persalinan prematur di rumah sakit tersebut, termasuk calon bayi yang tengah dikandung ternyata ikut meninggal dunia saat masih berada dalam kandungan.

Diduga Korban Warida mengalami pendarahan hebat yang diperkirakan kurang lebih selama 3 jam, namun pasien dan calon bayi tidak mendapatkan penanganan secara maksimal.

Menurut keterangan Wardiansyah yang merupakan adik kandung korban Warida, “awalnya korban hanya kontrol ke Puskesmas Lebuh Dalam kecamatan Menggala Timur untuk melakukan pemeriksaan kandungan, setelah dilakukan pemeriksaan, kemudian korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mutiara Bunda untuk mendapatkan penangan medis yang lebih maksimal,

namun saat didalam perjalanan korban mengalami pendarahan,” ungkap Wardiansyah selaku adik kandung ALM, melalui sambungan telpon genggam, Minggu (16/02/2020).

Wardiansyah menjelaskan kepada awak media, korban tiba di Rumah Sakit Mutiara Bunda sekitar kurang lebih jam 17.30 wib dan dimasukkan ke ruang kebidanan atau ruang anak tidak dimasukan di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) karena korban sudah mengalami pendarahan.

“Anehnya kakak saya kok tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal padahal kondisi kakak saya sudah pendarahan saat dalam perjalanan akan dirujuk ke rumah sakit dan dibiarkan berjam-jam mengalami pendarahan sampai ahirnya calon bayi dan ibunya meninggal dunia secara bersamaan,” ungkapnya dengan nada tinggi

Wardian menambahkan, bahwa dirinya selaku adik kandung korban sudah menerima kuasa dari suami korban untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan meninggalnya korban dan bayinya saat persalinan dan jika tidak ada klarifikasi yang baik dari pihak rumah sakit maka pihak keluarga korban akan menempuh jalur hukum, sesuai undang-undang yang berlaku, ucap wardiansyah

(Time)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=45421

Posted by on Feb 20 2020. Filed under Kriminal, News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented