| Views: 680.

PHBS Mahasiswa Unila KKN di SDN 2 Pekon Ampai Limau

Tanggamus – Pentingnya Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Mahasiswa KKN Universitas Lampung. Selasa, 04 Februari 2020 telah melakukan sosialisasi pentingnya hidup bersih dan sehat di- Sekolah Dasar Negeri 02 Pekon Ampai di kecamatan Limau kabupaten Tanggamus Lampung.

Koordinator KKN di desa Pekon Ampai, Muhammad Sabikhi mengatakan, murid–murid SD Negeri 2 Pekon Ampai di kelas jauh ini, sangat antusias mengikuti sosialisasi.
Bahkan yang lebih menarik mereka tidak kalah saing dengan sekolah pusat. Pasalnya walaupun kondisi kelas jauh, sekolah terpencil yang bertempat dusun di desa Pekon Ampai itu, terbilang sangat minim dan terbatas.

Sabikhi menuturkan, perjalanan menuju dusun dan sekolah kelas jauh sangatlah ekstrem, kami harus menyusuri lereng – lereng bukit dan jurang – jurang yang cukup dalam, bahkan salah satu tim sampai ada yang terjatuh dan nyaris terperosok,” ujarnya.
Walaupun kondisi medan jalan yang sangat ektrim, namun tidak mematah semangat kami dari Mahasisiswa untuk memberikan sosialisasi kepada anak didik yang diperdalaman karena mereka harus tahu pentingnya hidup bersih dan sehat, ” terang Sabikhi.

Sementara Poniah Lestari, S.pd selaku kepala sekalah SD N 2 Pekon Ampai mengatakan dulu pernah mengundang tim kementrian pendidikan dari Jakarta untuk membangun kelas ujung menjadi kelas pusat yang berdiri sendiri. Tetapi karena keterbatasan tanah dan fasilitas yang kurang cukup sehingga pembangunan di batalkan.

Harapannya pemerintah harus memperhatikan dusun paling ujung walaupun lokasi yang jauh sehingga terciptanya pembangunan yang merata di semua sekolah, karena pada dasarnya SD merupakan hal paling dasar guna mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti yang santun serta mampu menyelesaikan permasalahan di lingkungannya, ” harapnya.

Menurut Poniah, Kondisi tersebut dialami sejak beberapa tahun yang lalu. Pasalnya, pihak sekolah tidak memiliki biaya untuk membangun gedung sekolah.

Sebagian besar siswa merupakan warga Dusun Padamaran, Pekon Ampai , harus menjalani proses belajar mengajar di ruang kelas tidak adanya jendela, listrik, dan fasilitas belajar mengajar yang memadai, ” tuturnya.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 itu, juga mengucapkan terimaksih kepada adik- adik Mahasiswa KKN dari Unila, sudah menyempatkan hadir disekolah kami untuk memberikan sosialisasi terhadap anak didik kami. Semoga kelak adik-adik Mahasiswa ini, dapat menjadi orang- orang yang berhasil dan sukses, ” tandasnya.

Sedangjan kepala dusun Padamaran Mul mengatakan, bangunan kelas jauh tersebut hasil swadaya dari masyarakat di wilayah tersebut. Namun, partisipasi warga baru mampu membuat tempat belajar atau ruang kelas untuk kelas 1 sampai 3 saja, untuk kelas 4 – 5 dan 6 harus bergantian dengan adik kelasnya.

Untuk itu, kami berharap kepada adik- adik Mahasiswa KKN bisa menyampaikan ke pemerintah karena keberadaan sekoahan di daerah kita ini masih minim sekali, baik fasilitas maupun inftastrukturnya,” tandasnya. (Red).

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=45316

Posted by on Feb 6 2020. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented