| Views: 382.

Puluhan Rumah Terendam Banjir Akibat Dari Bendungan Rawa

Lampung Tengah—-Salah satu perakilan warga yang orang tuanya terdampak banjir akibat bendungan di dusun satu kampung Gaya Baru 1 kecamatan Seputih Surabaya kabupaten Lampung Tengah, mendatangi PWI Lampung Tengah, Senin (2020/01/13) pukul 10.30 Wib.

Kedatangan perwakilan warga itu, untuk meminta bantuan pengurus PWI Lamteng, terkait rawa Gayabaru 1 yang dibendung Kepala Kampung (Kakam) Gaya Baru 2, Heri Agus Setiawan, hingga mengakibatkan banjir di pemukiman penduduk.

Bendungan rawa itu juga mengakibatkan sawah milik Budi dan Susilo, warga Gayabaru 1, terendam banjir dan 10 ribu ekor ikan lele di kolam milik Samsul jebol, serta puluhan rumah warga tergenang air yang tingginya mencapai setengah meter. Demikian diungkapkan warga Gayabaru 1, Mardiana, mewakili masyarakat yang juga membanjiri rumah orang tuanya Hi. Syapri Yusuf.

Menurut Mardiana putri kelima dari Hi.Syapri Yusuf mengatakan kepada awak media, bahwa banjir itu, terjadi karena bendungan rawa yang dipetak-petak dan dicor kepala kampung Gayabaru 2 tanpa musyawarah dengan masyarakat Gayabaru 1 terlebih dahulu. Ketika warga mempertanyakan persoalan tersebut, yang bersangkutan (kakam) marah dan menantang masyarakat. Putri Hi. Syapri Yusuf ini, berhap kunjungan kami ke Kentor PWI Lamteng ini untuk mendapat solusi,” ujarnya, di hadapan pengurus dan Anggota PWI Lamteng.

Dijelaskan, karena air yang menggenangi rumah tidak juga surut, akhirnya warga sekitar dibantu kepala kampung Gaya Baru 1 dengan paksa menjebol rawa yang dibendung kepala kampung Gaya Baru 2, untuk mengaliri air yang merendam rumah warga.

“Banjir besarnya berlangsung sehari, namun tidak surut-surut sebelum bendungan rawa dibongkar masyarakat. Selama ini banjir tidak pernah terjadi sebelum adanya bendungan rawa tersebut, meski musim hujan,” ungkap Mardiana

Sebenarnya warga sempat meminta ganti rugi. Namun kepala kampung Gayabaru 2 tidak mau bertanggungjawab. Bahkan, Camat Seputih Surabaya, Dedi Fadila sempat menyatakan musibah tersebut sudah selesai.

Namun, ketika warga yang terkena dampak banjir meminta ganti rugi mencapai puluhan juta, pihak-pihak terkait tidak ada yang bertanggungjawab.

“Masyarakat merasa takut dan sungkan untuk menanyakan lebih detail terkait ganti rugi atas dampak banjir yang menimpa padi dan kolam ikan, serta puluhan rumah warga,” jelas Mardiana.

Sedangkan ketua PWI Lamteng, Ganda Hariyadi, S.H, MH, meminta camat Seputih Surabaya seyogyanya bisa menyelesaikan kerugian masyarakat dengan tuntas.

Selain itu, epala Kampung Gayabaru 2 juga harus bertanggungjawab, karena dari penyebab banjir itukan bermula dari rawa yang dibendungnya.

“Jangan hanya bicara sudah clear, tapi masyarakat masih mempertanyakan ganti rugi yang sampai saat ini belum ada kejelasanya. Saya minta,” camat Seputih Surabaya segera menuntaskan ganti rugi masyarakat yang terdampak banjir. Kepala kampung Gayabaru 2 harus bertanggungjawab,” tegas Ganda Hariyadi. (Red)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=45050

Posted by on Jan 13 2020. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented