| Views: 786.

Ketua DPRD Lamteng Perintahkan Komisi I Untuk Mendalami Permasalahan Pemangkasan Anggaran Dinas Kominfo

Lampung Tengah–Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuapten Lampung Tengah Sumarsono Akan dalami Terkait pemangkasan anggaran dinas Kominfo Kabupaten setempat, Jumat (3/1/20).

Sempat geger di group Junalis, Pemda dan DPRD beberapa waktu lalu tentang di pangkasnya secara sepihak oleh dinas Kominfo Lamteng menjadi perhatian khusus Sumarsono.

Ketua DPRD Sumarsono akan memerintahkan Komisi II yang membawahi Dinas Kominfo untuk melakukan pendalaman apa penyebab pemangkasan anggaran.

“Ya nanti akan saya perintahkan pendalaman terlebih dahulu apa penyebabnya. Nanti komisi II akan dalami, Kepala Dinasnya akan di panggil,”kata Sumarsono saat di temui saat selesai memimpin Rapat pembahasan di DPRD setempat.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kominfo Yudairi mengatakan tidak mengetahui terkait pemangkasan anggaran tersebut.

“Yang tahu mengenai keluar masuk dana tersebut adalah pengguna anggaran dan bendahara. Karena edial nya bendahara hanya menampung dan mecairkan, tetapi selama ini hanya melalui dia (bendahara) tidak pernah melibatkan kami, setelah meninggal (bendahara Wajid) kami tidak tahu tadi nya apa, “jelas Yudairi.

Mendadak group watshap Jurnalist Pemda dan DPRD Lampungtengah Sontak ramai memperbincangkan anggaran media yang dipangkas oleh Dinas Kominfo secara mendadak menjelang akhir tahun 2019.

Dari Pantauan di group, Chandra Wijaya salah satu pemilik media online Skalabrak. Com mempertanyakan pemotongan anggaran secara sepihak dan tidak jelas alasannya.

“Assalamualaikum WR WB yang saya Hormati dan yang saya banggakan Bupati Lampung Tengah @⁨Bupati Loekman⁩ dan Mantan Kepala dinas kominfo @⁨Sarjito Kominfo⁩ Anggaran Media Online dan cetak Sudah Habis tanpa sepengetahuan kami ,Dari nilai pagu anggaran lebih kurang 7 milyar lebih Hilang Bagaikan di telan Bumi. Semua media di pangkas Saya Dengan Segala hormat Meminta kejelasan karna setiap Media online di ploting 30 juta pertahun tapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan,”Kata Chandra, Senin malam (30/12)

Komentar Chandra langsung di balas Haki anggota Komisi III dari fraksi PDI perjuangan dengan kata-kata terkejut. Seolah-olah ia tidak percaya melihat nasib para kulitinta di Kabupaten Lampung Tengah.

“Luuuuu kok…coba abis tahun baru kita bicarakan, karna kalau untuk media kita wajib di proritaskan. karena media itu alat pencerahan ke masyarakat, dan juga unsur pimpinan wajib bicarakan juga. kegiatan media ini sangat penting dan memang fatner untuk membantu pencerahan di masyarakat Lampung Tengah, apa yang sudah di laksanakan Pemda Lamteng,”balas Haki di gruop tersebut.

Group ini di isi oleh 59 anggota dari tiga kalangan antara lain, Jurnalist, pejabat Pemkab, dan beberapa anggota dewan setempat. Ributnya group ini bermula pada detik pencairan pihak Kominfo secara sepihak memangkas anggaran sekitar 75 media online. Dan pada bulan sebelumnya telah tersiar kabar Dinas Kominfo Lamteng hanya mampu membayar sampai bulan November saja.

Namun miris, Ketidakmampuan Dinas kominfo untuk membayar itu tidak di sertai dengan alasan yang jelas peruntukan dan kemana arah uang di gunakan.( Red )

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=44997

Posted by on Jan 3 2020. Filed under Kriminal, News, Otomotif, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented