| Views: 362.

Berawal Dari Salah Doa Seorang Ibu Yang Menghantarkan Firdaus Ali Menjadi Wakil Ketua DPRD Lamteng

Lampung Tengah – Firdaus Ali bersama Yulius Heri Susanto pada Kamis 12 Desember 2019 telah resmi dilantik sebagai Wakil Ketua II dan Wakil Ketua I DPRD Lampung Tengah periode 2019-2024.

Memiliki karir politik yang cemerlang dengan menjadi anggota DPRD Lampung Tengah selama tiga periode dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD setempat, siapa sangka kesuksesan Fidaus Ali berawal dari salah doa seorang ibu.

“Saya jadi seperti sekarang ini karena ibu mertua salah mendoakan saya. Pada 2008 saya sempat mendaftar PNS dan waktu bersamaan ibu saya melaksanakan ibadah haji. Sesampainya di rumah setelah melaksanakan ibadah haji ibu saya cerita jika dirinya menangis saat mendoakan saya dan istrinya menanyakan ibu mendoakan apa untuk Firdaus, lalu ibu saya mengatakan mendoakan saya supaya menjadi anggota DPRD Lampung Tengah sedangkan pada waktu itu saya sedang mendaftar PNS,” beber Fidaus Ali kepada awak media saat ditemui di gedung DPRD setempat, Jumat (13/12/2019).

Firdaus Ali yang tumbuh dari keluarga ulama dan memiliki seorang istri dari keluarga besar Sumatera Barat memulai karir politiknya pada 2007 sebagai Bendahara Partai Bintang Reformasi Lampung Tengah.

Berkecimpung dalam beberapa komunitas dan organisasi serta mendapat dukungan dari keluarga besarnya, pada 2009 Firdaus Ali mengikuti pemilihan legislatif dan berhasil duduk pertama kalinya sebagai anggota DPRD Lampung Tengah periode 2009-2014.

PBR yang tidak mengikuti Pemilu pada 2014 membuat Firdaus Ali bergabung dengan partai besutan Prabowo Subianto pada pileg 2014.

Maju dari partai Gerindra, Firdaus Ali kembali terpilih oleh masyarakat untuk kedua kalinya menjadi anggota DPRD Lampung Tengah periode 2014-2019.

Dan pada pileg 2019, untuk ketiga kalinya Firdaus Ali dipercayai kembali oleh masyarakat Lampung Tengah untuk menjadi wakil mereka di legislatif dan dipercayai oleh partai Gerindra menjadi Wakil Ketua DPRD.

Duduk sebagai Wakil Ketua DPRD, Firdaus Ali masih memiliki cita-cita yang belum tersampaikan untuk menjadikan Lampung Tengah daerah yang iconik.

“Masih ada cita-cita saya ingin Lampung Tengah ini memiliki icon disetiap wilayahnya yang bisa berbasih dari sektor pertanian, perkebunan maupun UMKN,” ungkap putra dari ketua MUI Lamteng itu.

“Seperti di Jawa kita mau mencari durian ada di kampung ini, kita mau cari kripik singkong ada di daerah ini dan saya ingin disini kedepanya terdapat juga icon disetiap wilayahnya,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan DPRD Lampung Tengah telah mengesahkan peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan produk lokak dan bina usaha yang dapat melindungi dan membantu para pengusaha lokal untuk mencari bahan baku maupun untuk pemasaran produknya.

“Kita juga telah mengesahkan beberapa perda yang dapat melindungun produk lokal dan membantu dalam menyediakan bahan baku dan juga dalam pemasarannya dan kita tidak ingin ini hanya sebuah seremonial saja tanpa ada tindak lanjutnya,” terangnya.

Didasari hobinya, Firdaus Ali juga sangat konsen dengan seni budaya serta olahraga Lampung Tengah dan dirinya berharap gedung olahraga yang telah ada untuk segera diselesaikan pembangunannya.

“Saya juga ingin seni budaya dan olahraga kita untuk lebih diperhatikan. Seperti Gor yang ada di Poncowati untuk segera diselesaikan dan
APBD serta CSR untuk dimaksimalkan penggunaannya,” ujarnya.

Sedangkan untuk seni budaya, ia menginginkan untuk dijadikan objek wisata daerah seperti Kalimantan permainan tradisionalnya di jadikan objek wisata yang dapat meningkatkan potensi wisata daerah.

“Seni budaya kita contoh seperti Kalimantan yang tidak ada objek wisata tapi permainan tradisional mereka bisa menjadi objek wisata yang diperlombakan serta di ikuti dari wisatawan lokal maupun luar negeri,” ungkapnya.

Terakhir, dirinya berbagi tentang filosofi hikmah dari salah doa dari ibunya saat melaksanakan ibadah haji.

“Filosofi dan hikmah dari salah doa tadi bahwa kita ini tidak tahu apa yang akan kita raih dalam perjalanan hidup kita. Dulu saya memiliki cita-cita menjadi PNS, tapi karna doa ibu yang salah ternyata saya diberikan amanah menjadi wakil rakyat. Saya tidak pernah menyangka yang dulu saya tidak memiliki pengalaman politik dan hanya mengetahui adminitrasi negara ternyata diberikan amanah yang lebih berat lagi menjadi wakil ketua DPRD Lampung Tengah di periode yang ketiga,” pungkasnya.(Red)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=44785

Posted by on Des 13 2019. Filed under Health, News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented