| Views: 349.

PT Sinar Bambu Kencana Didemo Ratusan Warga Buyut Udik Kecamatan Gunung Sugih

Lampung Tengah – Senen 9/2/2019 Ratusan warga buyut udik Mendatangi PT. SBK lampung tengah, Menuntut PT. SBK diduga kuat selain mendirikan bangunan baru tanpa kantongi ijin lingkungan serta CSR pabrik Diduga gak jelas,Perijinanya.

M. Rasid selaku korlap mengatakan, Perusahaan ini bergerak di bidang produksi kertas putih dan coklat untuk laminasi pembungkus makanan.

Diduga pembungkus makanan hasil daur ulang bahan limbah utamanya plastik dan kertas. Seperti kertas nasi bungkus berwarna coklat, merupakan kertas hasil daur ulang yang mungkin sudah terkontaminasi dan mengandung tinta cetak, perekat, lilin, bahan pencelup dan bahan-bahan kimia serta logam berat.

Oleh karena itu, penggunaan jenis kertas tersebut sebagai kertas kemasan pangan primer perlu diwaspadai dan diawasi mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga hasil produksinya.

Selain itu, Dalam hal Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility, PT. SBK juga sepertinya abai. Masyarakat disekitar perusahaan sepertinya belum pernah merasakan program CSR perusahaan. Padahal perkembangan perusaan semakin pesat. Saat ini PT. SBK sedang melebarkan usahanya dengan membuat perusahaan penghasil lem.

Penyaluran CSR diharapkan dilakukan secara transparan. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan berkaitan penyaluran dana tersebut.

Para pekerja di PT. SBK juga diinformasikan tidak mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan dan menerima upah dibawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lampung Tengah dan kurang melibatkan masyarakat setempat (Kususnya warga Buyut Udik/Ilir) dalam merekrut tenaga kerja.

Dalam hal pendirian perusahaan baru, manajemen terduga memainkan perizinan, terutama izin lingkungan yang harus melibatkan masyarakat sekitar. Ditengarai izin lingkungan dari perusahaan baru tersebut akal-akalan yang membohongi masyarakat. Masyarakat tidak mengetahui pabrik apa yang akan berdiri di kampung halamannya. Belum lagi izin-izin lainnya seperti Izin Pembuangan/Pengolahn Air Limbah (IPAL).

Persoalan-persoalan tersebut diatas harus mendapat perhatian serius dari masyarakat dan pemangku kebijakan, sehingga perusahaan dapat menjalankan operasioanalnya dengan baik dan bermanfaat bagi perekonomian dan kelestarian lingkungan hidup.

Aliansi Pemuda Bandar Buyut berharap manajeman PT. SBK bekerja dengan prinsip-prinsip

Tanggungjawab (Responsibility)
Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melaksanakan tanggung jawab sosial antara lain kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan terutama di sekitar Perusahaan dengan membuat perencanaan dan pelaksanaan yang memadai sehingga terpelihara kesinambungan usaha Perusahaan.ungkapnya.(Red)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=44699

Posted by on Des 9 2019. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented