| Views: 500.

Tim Tekab 308 Polres Lamteng Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuh Blantik Sapi di Bangka-Belitung

Lampung Tengah—Beberapa hari yang lalu pembunuhan sadis blantik sapi itu, sempat heboh dan viral di media sosial, kini mulai terungkap. Kemanapun engkau melarikan diri, akhirnya pelaku pembunuhan blantik sapi berhasil ditangkap Tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah, di Sungai Liat, Bangka Belitung.

Pelaku DPO itu, yakni Mulyadi, sempat kabur setelah menghabisi korbannya.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah melalui Kanit Resum, Ipda Senna Indarto mewakili Kapolres Lampung Tengah mengatakan, penangkapan terhadap DPO pelaku pembunuhan itu dilakukan atas kerja sama antara Tim Tekab 308 Polres Lamteng dengan tim Resmob Polres Bangka.

“Setelah dilakukan pengejaran dari tempat satu ketempat lainya akhirnya jejak Mulyadi, pembunuh sadis itu, dapat ditangkap ditempat persembunyiannya di Sungai Liat, Bangka Belitung. “Karena melawan dan berusahan akan melarikan diri, terpaksa pelaku dihadiahi timah panas ,” ujar Ipda Senna Indarto, Kamis (2019/11/14).

Dijelaskannya, kronologis penangkapan terhadap DPO tersebut, sesuai surat perintah Kapolres Lampung Tengah dan Kasat Reskrim Polres setempat. Dari hasil lidik dan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri itu tim Tekab 308 Polres Lampung Tengah melakukan pengejaran di daerah Pulau Beringin, Palembang. Namun saat dilakukan penggerbekan pelaku sudah tidak ada lagi di tempat.

Dengan semangatnya tidak mengenal lelah Tim Tekab 308 Polres Lamteng yang sudah terlatih itu terus melakukan lidik diberbagai tempat. Dari hasil lidik tersebut diketahui pelaku melarikan diri ke daerah Sungai Liat, Bangka Belitung.

Tentu tidak ingin kehilangan buruannya, Tim Tekab 308 Polres Lamteng melakukan pengejaran di tempat persembunyaian.

Lebih jauh Ipda Senna Indarto menuturkan, saat itu tersangka berada di perkebunan Lingkungan Bedeng Ake, Kelurahan Sinar Jaya Jeletung, Kecamatan Aungai Liat, Bangka Belitung.
Dengan bantuan anggota Resmob Polres Bangka, langsung dilakukan penggrebekan. Walapun pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri akhirnya dapat kita tangkap,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, DPO pelaku pembunuhan itu sesuai Laporan Polisi nomor : LP/ 1404 -B/X I /2019/ RES LT / PDG LPG Tanggal 31 Oktober 2019, dan surat Daftar DPO :  No 141 / XI / 2019 / RESKRIM Polres Lampung Tengah, Polda Lampung.

Sebagaimana kronologis kejadian pembunuhan yang terjadi pada Kamis (31/10/2019) lalu sekira pukul 18.30 WIB. Sebagai korbannya adalah Sukirno dan Nursidik, yang saat itu kedua korban berangkat dari Kampung Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara, Lampung Timur dengan menggunakan mobil Gran Max BE 8818 IX bermuatan empat ekor sapi.” Dengan maksut dan tujuan untuk mengantarkan sapi daganganya ke rumah pelaku. Namun sesampainya di rumah pelaku korban di beri minum kopi, tapi kopi yang disuguhkan oleh pelaku ternyata sudah di isi denvan (racun serangga).

Dengan kondisi pingsang, pelaku dengan leluasa menghabisi nyawa korban dengan cara di racun dan di pukul bagian leher menggunakan besi yang berada di rumah pelaku. Semua itu dilakukan oleh pelaku dengan tujuan ingin menguasai sapi yang di antar oleh korban, sebanyak empat ekor.

Kemudian kedua korban yang sudah di habisi nyawanya itu, oleh pelaku di kubur di pinggir sungai dan satu korban di ikat di bawah kayu dalam air sehingga orang tidak bisa menemukan jejak korban.

Setelah itu pelaku menyuruh rekannya untuk menjual sapi ke arah Lampung Utara. Tetapi belum sempat terjual anggota Tekab 308 Polres Lampung Tengah berhasil menggagalkan penjualan sapi tersebut. Namun pelaku pada saat itu, melarikan diri kearah palembang,” pungkasnya. ( Mas Bowo )

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=44284

Posted by on Nov 15 2019. Filed under Health, Kriminal, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented