| Views: 199.

KeluhkanProses Pilkakam Tokoh dan Masyarakat Buyut Udik shering ke Kantor PWI Lamteng


Lampung Tengah – Tokoh masyarakat dari kampung Buyut Udik, Gunung Sugih, kunjungi kantor
Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Lampung Tengah Senin kemarin ( 2019/11/11) sekitar pukul 9.30 Wib.
” Kehadiran tokoh masyarakat itu, diterima ketua PWI Lamteng, Ganda Hariyadi, SH, MH dan pengurus lainya. Dengan tujuan shering terkait dengan paradigma prosesi pelaksanaan pemilihan kakam di Lampung Tengah yang telah dilaksanakan serentak pada 7 November lalu.

Tokoh masyarakat Dasrul Aswin membeberkan, berdasarkan info dan fakta yang didapat dilapangan bahwa para kandidat yang ikut bertarung memperebutkan kursi nomor wahid dikampungnya, sanggup dengan menghalalkan segala cara,” ucapnya.
Menurutnya mereka dalam penggalangan mencari pemilih, melalui cara- cara yang kurang sehat seperti money politik yang besarannya sangat luar biasa. ” Kata Dasrul.

Lebih jauh kata Dasrul Aswin, memang iya kami sudah menelusuri secara investigasi ternyata para calon pimpinan level kampung ini, merasa sanggup merobek koceknya lantaran setelah menjabat akan dengan mudahnya pulih, karena bukan rahasia umum lagi bahwa setiap tahun kampungnya akan mendapat bantuan dana dari pusat yaitu Anggaran Dana Desa, “paparnya.

Selain itu, pemilihan kepala kampung serentak Kamis 7/11 lalu, pada pelaksanaannya baik pihak tim pemenangan maupun simpatisan dari masing – masing calon hampir setiap Kampung yang menyelenggarakan pemilihan, dalam mencari masa, mereka beraksi dengan sistem dan gaya menghalalkan segala cara.

Bahkan tidak beda dari gaya premanisme, eronisnya para calon kakam maupun simpatisan tersebut sanggup dengan cara membeli hak suara dengan nilai signifikan tinggi,” jelasnya.

Menurut Daarul, diketahui alasannya, maka mereka sanggup dengan pola intimidasi dan bahkan ‘jor-joran’ mengocek saku, rupanya mereka tahu bahwa setiap tahun dikampungnya akan mengelola dana yang tidak lain adalah dana ADD,” tegasnya.

Tambahnya lagi, mantan Kepala Kampung diera tahun 2007 silam ini menghimbau dan berharap, agar pemerintah daerah seperti Inspektorat maupun lembaga terkait lainya untuk dapat pro aktip turun ditingkat bawah terprioritas dalam penggunaan Anggaran dana yang terkucur dari pusat itu,” ujarnya.

Karena hal ini bukan mustahil bila pelaksanaannya dilapangan terprediksi nyaris 75 persen dalam penggunaan dana ADD masih belum sesuai dengan harapan masyarakat.

Selain itu, terkesan menyimpang dari petunjuk pelaksana dan petunjuk tekhnis yang berlaku, “Kami sangat berharap pihak terkait jangan terkesan menutup mata, tidak mau ‘ribet’, atau tidak mau tahu terhadap pengelolaan anggaran dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat ini.

Sebagai contoh pelaksanaan ADD diKampung Buyut Udik ditahun terakhir 2019 ini terdapat banyak kejanggalan yang dengan kasat mata sangat tidak sesuai dengan anggarannya, baik dari segi kualitas maupun volume pekerjaannya, kami masyarakat sangatlah siap untuk diintrogradi serta menunjukkan hasil pertahun anggaran dana ADD tersebut, “harapnya.
Sementara ketua PWI Lamteng , Ganda Hariyadi, SH. SM menuturkan memang apa yang disampaikan mantan kepala kampung Buyut itu benar. Pemilihan kakam tahun ini benar antusias peminatnya lebih banyak, mungkin salah satunya yaitu dana ADD. Untuk itu, Ganda beharap agar kepala- kepala kampung terpilih kedepanya harus lebih transparan dalam penggunaan anggaran dana desa tersebut. Diharapkan setelah nyalon terus terpilih menjadi kepala kampung nantinya berurusan dengan lembaga hukum hanya karena dana desa,’ pungkasnya.( Mas Bowo )

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=44249

Posted by on Nov 12 2019. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented