| Views: 434.

Jangan Sampai Nasdem di Persimpangan Jalan Politik


Dari seluruh rangkaian sambutan Presiden Jokowi saat membuka peringatan HUT ke-55 Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019, ketika “menyapa” Surya Paloh yang hadir pada acara yang sama, mendapat sorotan publik melalui media massa.

“Sapaan” Jokowi kepada Surya Paloh menurut hemat saya, tidak kelakar semata. Namun, sarat makna mendalam sebagai tegoran kepada Surya Paloh , untuk seorang sahabat agar tetap konsisten sebagai bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi. Jangan sampai “berdua hati”. Itu pesan yang mungkin ingin disampaikan, dari narasi sambutan tersebut.

Ketika sambutan Jokowi menyapa para ketua umum, saat itu belum menyebut nama-nama ketua umum partai, langsung sapaan ditujukan kepada Surya Paloh. “Yang saya hormati para ketua umum, Bapak Surya Paloh yang kalau kita lihat malam hari ini beliau lebih cerah dari biasanya, sehabis pertemuan beliau dengan Pak Sohibul Iman di PKS,” sembari juga menjelaskan, “Saya tidak tahu maknanya apa. Tetapi rangkulannya itu tidak seperti biasanya. Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya seerat dengan Pak Sohibul Iman,” demikian bagian sambutan Jokowi yang dimuat di berbagai media.

Dari sapaan tersebut, bisa kita menangkap maknanya, presiden ingin menyampaikan pesan bahwa Surya Paloh sudah lebih dekat dengan Sohibul Iman, orang nomor satu di PKS di banding dengan Jokowi. “Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya seerat dengan Pak Sohibul Iman.” Artinya, Jokowi ingin menyampaikan, hanya saja tidak terucap, bahwa Surya Paloh sebagai ketua Umum Partai Nasdem merupakan bagian dari koalisi yang tiga kadernya ada di kabinet. Menurut catatan EmrusCorner, pemerintahan Jokowi – Ma’ruf, sangat mengakomodasi tiga menteri dari Nasdem, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Komunikasi & Informatika dan Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup.

Bahkan pemerintahan jilid satu, Jokowi juga menaruh kepercayaan luar biasa kepada Nasdem dengan mempercayakan jabatan sangat strategis kepada kader Nasdem (walau waktu itu secara jurudis kemudian mundur dari Nasdem, namun secara sosiologis dan psikologis orang yang bersangkutan tetap “bagian” dari Nasdem), menjadi Jaksa Agung. Sekalipun idealnya, Jaksa Agung itu dari profesional murni untuk menjaga independensi kejaksaan dalam penegakan hukum kepada setiap warga masyarakat yang ada di tanah air. Karena itu, bisa saja publik bertanya-tanya, relasi yang tampaknya mulai “mendingin” antara Surya Paloh dengan Jokowi, apakah karena Jaksa Agung tidak lagi dari Nasdem?

Untuk itu, saya menyarankan kepada Surya Paloh agar segera memperbaiki relasi koalisi dan komitmen dengan pemerintahan Jokowi. Jangan sampai hubungan terganggu apalagi semakin jauh, sementara ada tiga kader Nasdem di kabinet. Atau memang ada keinginan mejadi posisi checks and balances, di luar pemerintahan dengan menarik kadernya dari kabinet. Sebab, berada di luar pemerintahan, sama mulianya dengan di dalam kekuasaan, sepanjang berbasis pada ideologi Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

Atau tidak ada salahnya, bila para senior partai di Nasdem dan tiga menteri yang duduk di kabinet yang sekarang harus berani memberikan masukan kepada Surya Paloh tentang penentuan posisi politik Nasdem lima tahun ke depan, di dalam koalisi dengan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah atau di luar kekuasaan. Pada konteks dan saat tertentu, teman sekerja terlepas pada posisi apapun di partai, bisa saja saling memberi masukan, nasehat bahkan tegoran, tetapi dilakukan di teritorial privat di partai. Tidak ada salahnya “buka-bukaan” pandangan di sana untuk menentukan sikap politik untuk setidaknya lima tahun ke depan.

Ketegasan sikap politik sangat perlu agar tidak dimaknai oleh publik seolah bermain di “dua kaki”. Jangan sampai Nasdem berada di persimpangan jalan. Politik itu perlu komitmen. Apalagi mengambil posisi di oposisi karena tidak ada partai yang menjadi oposisi. Ini kurang produktif.

Satu lagi yang menarik pada bagian sambutannya, Jokowi bertanya langsung ke Surya Paloh.(Red)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=44222

Posted by on Nov 7 2019. Filed under News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented