| Views: 191.

Warga kecamatan Terusan Nunyai sampaikan keluhannya pada Bacakada Musa Ahmad-Ardito Wijaya

IMG-20191008-WA0013Lampung Tengah–Sejumlah warga di Kecamatan Terusan Nunyai sampaikan keluhannya pada bakal calon bupati dan wakil bupati Lampung Tengah (Lamteng) 2020, Musa Ahmad-Ardito Wijaya.

Siti Martiah warga kampung Gunung Agung ini misalnya, kepada Musa-Dito, ia menyampaikan selama ini kurangnya perhatian pemerintah kepada guru-guru ngaji, khusunya diwilayah setempat.

“Insentif untuk guru ngaji pak kurang mendapat perhatian,”ujarnya saat menghadiri pengajian akbar Musa-Ardito bersama Ustadz Solmed di Kecamatan Terusan Nunyai, Senin malam 7 Oktober 2019.

Sementara Setiawati warga Gunung Batin Udik, mengeluhkan setiap musim kemarau datang, di wilayah tempat dia tinggal selalu kesulitan untuk mendapatkan air bersih.”Musim kemarau ini kami sulit air bersih pak, ditempat kami tidak ada sumur bor, tolong kampung kami diperhatikan pak,”keluhnya

Masnah, warga lainnya, kepada pasangan Muda itu ia menyampaikan carut marutnya pendataan penerima bantuan PKH di kampung tempat ia tinggal yakni Gunung Batin Baru.

“Saya minta seadil-adilnya pak, saya ini orang susah, suami sudah tidak bekerja lagi selama lima belas tahun, namun saya tidak pernah mendapatkan bantuan PKH, yang dapat justru orang-orang yang mampu,”jelasnya.

Sementara Marwiyah warga Gunung Batin Udik mempertanyakan apakah Tempat Pengajian Anak (TPA) selama ini mendapatkan bantuan dari pemrintah,”TPA apakah mendapat bantuan dari pemerintah? saat ini gedung TPA kami pakai di Masjid pak,”akunya

Mendapatkan keluhan itu Musa mengaku akan segera berkoordiansi dengan pihak pihak terkait untuk mengatasinya. Terkait insentif Guru ngaji, Musa mengatakan akan meneruskan permasalahan ini kepada Gubernur Lampung.

Untuk mengatasi ketersediaan air bersih di musim kemarau, Musa dengan sigap memerintahkan Anggota Fraksi Golkar yang ada di DPRD Lamteng khusunya daerah pemilihan V untuk memperjuangkannya.”Pak Ariswanto (anggota Fraksi Golkar DPRD Lamteng) tolong dicatat, masukkan ke dalam APBD untuk pembuatan sumur bor di Gunung Batin Udik,”ucapnya.

Terkait bantuan TPA dari pemerintah, Musa mengaku belum mengetahui. Namun ia meminta agar dibuatkan Proposal agara segera diperjuangkan.”Kalau ada usulan sampaikan kesaya, akan saya perjuangkan baik di DPRD Lamteng ataupun Provinsi,”jelasnya.

Terakhir menyikapi terkait PKH, Musa mengatakan pendataanya saat ini memang angat amburadul.”Ini sangat sangat amburadul (pendataan) Insha Allah apabila kami diberi amanah, pendataan ini akan kita benahi, sehingg penerima PKH itu adalah benar-benar orang yang membutuhkan,”pungkasnya(Abdu)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=43807

Posted by on Okt 8 2019. Filed under Health, News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented