| Views: 3.

Bupati Lamteng: Jangan Tolak Pasien, Persyaratan Bisa Menyusul

Halal
Lampung Tengah — Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto, menegaskan tidak ingin mendengar informasi adanya pasien yang tidak dilayani di Rumah Sakit (RS) maupun Puskesmas.

“Saya tak mau dengar orang sakit ditolak karena alasan tak ada BPJS Kesehatan. Apa pun kondisinya, jika pasien datang berarti memerlukan bantuan, terlepas mampu atau tidak. Jangan sampai ada berita rumah sakit dan puskesmas menolak pasien karena tak punya duit atau BPJS Kesehatan. Jangan ada fenomena tanpa ada biaya tak bisa diselamatkan. Persyaratan bisa menyusul. Sakit tak bisa ditunda. Saya care dan peduli kesehatan. Saya monitor lewat grup WhatsApp, medsos, dan berita-berita online. Saya akan langsung minta ditindaklanjuti jika ada berita. Artinya, kepedulian pemerintah tak sensitif,” ujarnya.

Hal itu diungkapkan bupati saat menghadiri halabihalal Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah Lamteng, Kamis, 13 Juli 2019.

Di sisi lain, menurut Loekman, halalbihalal ini merupakan kegiatan yang baik untuk saling memaafkan.

“Ini kegiatan baik, secara langsung saling memaafkan dan bertatap muka. Diharapkan setelah ini tak ada lagi perasaan negatif satu sama lain. Berbekal kebersihan hati, dapat bekerja sama lebih baik lagi. Tidak mungkin kerja sama dengan baik jika masih ada ganjalan negatif. Mudah-mudahan terbentuk tim kerja yang solid, merupakan modal keberhasilan tujuan sesuai harapan masyarakat,” ujar bupati.

Pelayanan kesehatan masyarakat, lanjut Loekman, harus ditingkatan dengan inovasi-inovasi.

“Status pelayanan kesehatan harus ditingkatkan. Jadikan RSUD Demang Sepulau Raya benar-benar jadi kebanggaan masyarakat Lamteng. Harus lebih baik pelayanannya dari RS swasta. Penambahan fasilitas secara bertahap akan disiapkan. Beberapa puskesmas akan diperbaiki. Puskesmas Gunung Sugih akan dibangun tahun ini. Ada juga yang minta dibangun Puskesmas Linggapura, Kecamatan Selagai Lingga. Ini akan kita pertimbangkan,” jelas bupati.

Beberapa waktu lalu, Lamteng bebas stunting sudah dideklarasikan.

“Kita pernah deklarasi Lamteng bebas stunting. Saya minta data ulang stunting by name by address. Sampai sekarang ini, saya belum terima laporan. Jangan ngomong saja sudah,” sindirnya.

Loekman menyatakan, RSUD Demang Sepulau Raya sudah menjadi RS pendidikan setelah bekerja sama dengan FK Unila.

“RSUD DSR sudah jadi RS pendidikan. Kita sudah jalin kerja sama dengan Unila. Kita upayakan juga jadi RS kesehatan kerja. Jika terwujud, kita jadi rujukan. Tenaga kerja yang akan ke luar negeri harus ada rekomendasi dari RS kita. Ini tantangan harus disambut baik dengan kerja keras,” imbau bupati. (Saibumi)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=42118

Posted by on Jun 13 2019. Filed under News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented