|

Abu Bakar Ba’asyir Mendapat Remisi Idul Fitri

Jakarta – Abu Bakar Ba’asyir mendapat remisi Idul Fitri. Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Sopiana, terpidama kasus teroris itu mendapat pengurangan hukuman dari pemerintah 1 bulan 15 hari.

Soiana menegaskan pria asal Solo, Jawa Tengah itu memang layak mendapat remisi sebab selama ditahan di Lapas Gunung Sindur selama ini berkelakuan baik .

“Beliau (Ba’asyir) baik selama di sini, tidak pernah melakukan pelanggaran, ibadahnya tetap rajin dan berhubungan dengan warga binaannya cukup baik,” kata Sopiana.

Bahkan menurut Sopiana bahwa hanya Ba’asyir dari delapan narapidana terorisme yang ditahan di lapas itu memenuhi syarat menerima remisi karena yang lain belum memenuhi ketentuan masa tahanan.

“Beliau (Ba’asyir) baik selama di sini, tidak pernah melakukan pelanggaran, ibadahnya tetap rajin dan berhubungan dengan warga binaannya cukup baik,” kata Sopiana.

Masih kata Sopiana, remisi untuk Ba’asyir diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2006 yang tidak merinci prasyarat itu.
Di Lapas Gunung Sindur, remisi khusus Idul Fitri diberikan terhadap 843 orang narapidana dari total jumlah napi sebanyak 1.069 orang.
Sopiana mengatakan Ba’asyir tidak menandatangani pernyataan itu karena remisi untuknya diatur oleh Peraturan Pemerintah (PP) No. 28/2006 yang tidak merinci prasyarat itu.

Ba’asyir divonis bersalah mendanai pelatihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme pada tahun 2011 dan dihukum 15 tahun penjara.

Kasus serangan bom Bali pada 2002, Ba’asyir juga ditetapkan sebagai tersangka dan divonis dua tahun enam bulan setelah dinyatakan terlibat dalam aksi itu.
“Gayus Tambunan terpidana korupsi juga mendapatkan remisi 2 bulan (tahun ke-8), warga binaan Buni Yani tidak mendapatkan remisi khusus Idul Fitri tahun 2019 dikarenakan belum menjalani 6 bulan masa pidana,” jelas Sopiana , Rabu (5/6/2019).
Sopiana menyebut ada satu orang narapidana langsung bebas setelah mendapat remisi khusus Idul Fitri. Sebanyak 20 orang napi warga binaan pemasyarakatan masih harus menjalani pidana pengganti denda. Sedangkan sisanya 822 orang mendapatkan pengurangan hukuman.(Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=42053

Posted by on Jun 6 2019. Filed under Kriminal, News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented