|

Komplotan ABG pencuri kotak amal diringkus polisi

 

IMG-20190509-WA0039

Metro -  Sebanyak tiga remaja yang diduga merupakan komplotan pencurian kotak amal di masjid Taqwa Metro akhirnya tertangkap. Ketiganya digelandang ke Mapolres setempat setelah dibekuk dan diamankan petugas dan pengurus masjid, Kamis (9/5/2019).

Dari keterangan Aziz, marbot Masjid Taqwa Metro itu menyampaikan, aksi ketiganya terungkap dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

“Petugas marbot di Taqwa ada tiga orang, dan kita selalu mengetahui hal itu setelah kejadian. Dan sebelumnya kita mergokin, tapi bukan kelompok ini. Kalau kelompok ini baru sekali ini kita berhasil tangkap. Tapi para pelaku ini sudah sering terekam CCTV saat mereka mencuri uang di kotak amal,” terangnya.

Aziz yang telah bertugas sebagai marbot masjid sejak 2005 itu menyebutkan bahwa para pelaku melancarkan aksinya sekira pukul 02.00 WIB.

Jadi pengakuan salah satu pelakunya itu, kan mereka itu berkelompok dengan modus yang kecil menyelinap masuk lewat jendela untuk membuka salah satu pintu. Dan saat pintu terbuka yang lainya masuk lewat pintu untuk mengambil uang dalam kotak itu,” paparnya.

Meski melakukan pencurian dan terekam CCTV, namun para terduga pelaku tersebut melancarkan aksinya tanpa merusak gembok maupun kotak amal.

“Mereka mengambil uang itu tidak merusak gembok ataupun mencongkel kotak amal. Tapi dengan cara menggunakan lidi atau kawat yang ujungnya dikasih lakban dan di masukan ke lubang kotak itu, dan uangnya pada nempel sehingga mereka bisa ambil,” jelas Aziz.

Diketahui, ketiga terduga pelaku tersebut masing-masing berinisial NAP (14) asal Desa Sidodadi, Kec. Pekalongan, Kab. Lampung Timur, kemudian RH (16) asal Jl. Lukman Tanjung, 22 Hadimulyo, Kec. Metro Pusat dan terakhir adalah ARF (17) asal 15 Kauman, Kel. Metro Kec. Metro Pusat.

Salah satu terduga pelaku berinisial ARF mengaku melakukan aksinya bersama empat orang rekannya, dengan dua rekan lainnya yang belum ditangkap.

ARF mengaku, yang melakukan pencurian tersebut adalah rekannya berinisial D yang disebut memiliki keterbelakangan mental. Sementara seorang lainnya yang di sebut berinisial U belum diamankan.

“D yang ngambil uangnya, dia ngitung uang itu di dapan kita. Uangnya itu 2 Juta 216 Ribu. Tapi yang di kasih ke kita cuma 200 Ribu, dan itu kita bagi empat. 50 Ribu per orang yang di bawa D ada 2 Juta 16 Ribu. Uangnya kita pakai buat makan,” akunya.

Kini ketiga terduga pelaku pencurian kota amal tersebut diamankan di Mapolres Metro. (Red)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=41597

Posted by on Mei 9 2019. Filed under Health, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented