|

Temenggung Hanuang Bani.sosok dengan kesetiaan yang dipertahankan hingga sampai saat menghadap tuhan

IMG-20190409-WA0001

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang kerahmatullah pendekar utama kerajaan sekala brak kepaksian pernong.

Sosok pemberani dan patut menjadi contoh dalam kesetiaan, Contoh dalam keteladanan dan menjadi contoh bagaimana seorang pendekar mempersiapkan diri untuk dapat memberikan pengorbanan terbaik terhadap junjungannya.

Dalam penggalan kenangan yang dibalut kesedihan, Ternyata masih jelas bagi kita ada sekelumit ingatan terhadap sosok pribadi almarhum. Khususnya sebagai pendekar utama kerajaaan yang selalu menampilkan diri sebagai sosok kesatria, pemberani, Tidak mengenal arti takut dan istiqomah menjalani hidupnya dalam kebanggaan mengabdi terhadap rajanya. Ia tampilan sebagai sosok yang tidak bergeser dari tempatnya tegak, Dalam menegakkan martabat gedung dalom sebagai tempat pengabdiannya.

Suatu hal yang tidak lekang dari ikatan kita semua bagaimana semangat dan kebanggannya sebagai sosok yang mempunyai tanggung jawab menjaga sebuah simbol peradaban, sebuah simbol yang dia ada didalamnya dan bertugas menjaga simbol dari mata rantai sejarah panjang yang bukan hanya menorehkan peradaban tapi juga telah menggelegarkan peradaban, menggaungkan peradaban, Yaitu peradaban Sekala Brak, Peradaban tanah Lampung, Miliknya dan milik kita semua.

Selamat Jalan pendekar pemberani kerajaan. Engkaulah salah satu contoh punggawa adat yang mak Bikhi’an’. Tidak pernah tercela dalam pengabdian dan tidak pernah mundur dalam menegakkan pessenggikhi sebagai laki-laki jantan yang tidak pernah mengenal artinya takut, Selalu mengambil bagian pertama serta selalu di depan dalam situasi situasi kritis, Membujur lalu, Melintang patah.

Sosok Kawai Kedol-nya Gedung dalom, Penegak marwah gedung dalom, dalam hening dan sepi telah menghadap kembali. menghadap sang maha pencipta, illahirobbi. Selamat jalan Temunggung Hanuang Bani
Semoga jejak tapak yang engkau tinggalkan menjadi penanda yang harus diikuti oleh yang lainnya.

Sebagaimana kita ketahui, Temenggung Hanuang Bani kedudukan nya dalam lingkungan para pendekar penjaga keluarga Saibatin Kepaksian Pernong, Selain sebagai sosok Hulubalang gedung, juga masuk jajaran para BAHATTUR ( istilah para pendekar pemberani yg lazim di pakai para pendekar d way handak ), selain itu meskipun alm tidak termasuk rombongan pasukan Puting beliung , yang pernah menuntut ilmu silat selama beberapa tahun di Tanah datar – Pagaruyung sumatera barat, Tetapi karena ketekunan dan ketrampilan silatnya yang selama ini di akui dan memang alm memiliki kehandalan ilmu silat yg tdk memalukan , khusus nya sbg pendekar gedung dalom yang diasuh oleh Makmur glr Temenggung Singa Dibukit sebagai seorang guru besar Pendekar Batu brak , yang selalu membimbingnya selama ini , Sehingga wajar lah almarhum masuk dalam jajaran pendekar utama gedung dalom sehingga tdk mengherankan pula kalau alm juga oleh Pasukan Puting beliung alm sangat di sayang dan sudah dianggap bagian dari mereka sehingga alm bisa disebut juga Pasukan Puting Beliung yaitu sebagai ring satunya Saibatin.

Penghargaan thd Almarhum Temenggung Hanuang bani di bidang kependekaran nya lah shg ybs sudah dianggap masuk dalam kelompok Puting beliung, Bahkan almarhum adalah juga pemegang badik Setilut nyawa yang hanya dipegang pasukan puting beliung, hal ini disebabkan karena oleh saibatin, Pendekar temunggung Hanuang bani telah di beri sebilah BADIK kebanggaan yaitu sebilah badik Yang bernama Setilut Nyawa yang mana Badik tersebut adalah badik yang hanya diberikan kepada pendekar utama kerajaan yaitu Puting Beliung saja .

Dari rangkayan hal tsb diatas , maka keberadaan almarhum Temenggung Hanung Bani mau tidak mau memegang perananan sangat penting sbg bagian dari salah satu perangkat adat dalam lapahan Saibatin yang sama seperti pendekar Puting beliung lainnya. karena apabila saibatin berjalan maka, Perangkat pengawalan protap saibatin juga berjalan dan disekitarnya dikelilingi pendekar Puting Beliung dan Temenggung Hanuang Bani selalu berada pada posisi itu juga.

Diantara banyaknya posisi yang diemban almarhum dalam menjaga saibatin-nya, almarhum Temenggung Hanuang Bani dalam perangkat adat juga memiliki tugas penting sebagai pembawa Tari Adat Samang Begayut. Tari Samang begayut ini merupakan tanda kebesaran saibatin kepaksian pernong dan merupakan tari adat yang mengawali langkah Lapahan Ni Saibatin dan mengakhiri langkah Saibatin dalam prosesi adat Lapahan Sai Batin tersebut.

Tari ini merupakan Pusaka lama yang sudah ada sejak zaman kejayaan Kerajaan Sekala Brak kuno, tetapi pada saat pendudukan oleh Kolonial Belanda seluruh prosesi adat dilarang dibumi Sekala Brak, Sehingga tari ini sempat menghilang dan lama tidak ditampilkan.

Menurut catatan sejarah di Gedung Dalom Kepaksian Pernong, pada masa Kesaibatinan Pangeran Ringgau Gelar Pangeran Batin Purbajaya Bindung Langit Alam Benggala (1852)  atas jasa Beliau menyelesaikan konflik di Rejang Lebong dan Pasemah Lebar, Kepaksian Pernong dianugerahi oleh Ratu Wihelmina Sandang Merdeka yaitu diberi kemerdekaan berupa bebas dari pajak bumi dan kerja rodi dan gawe raja selama 14 tahun.

Saat prosesi penganugerahan Sandang Merdeka oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda kepada Pangeran Ringgau, tari adat Samang Begayut ditampilkan, dan peristiwa tersebut menjadi titik awal penggunaan kembali tari adat Samang Begayut.

Tarian ini hadir sekitar abad ke-8 Masehi, dan sempat vakum pada tahun 1790, kemudian ditampilkan kembali pada tahun 1852. Dahulu tarian ini bernama Tari Pedang Siputuk Liyu, kemudian pada tahun 1989 dan atas saran pendekar utama saat itu Pendekar Alian Gajah Minga bersama Tamong H. Ibnu Hadjar Glr. Raja sampurna, Mengawali peralihan generasi pemegang pucuk tertinggi kerajaan dalam adat Sekala Braka di Kepaksian Pernong, Maka Sultan yang baru saja naik tahta mengganti nama tarian ini menjadi Tari Adat Samang Begayut. Karena tari ini melambangkan semua kebesaran saibatin bergayut pada pedang yang berjalan, Diawali dengan pedang dan diakhiri dengan pedang. Apabila ada sesuatu gangguan akan di jaga serta dipertahankan dengan pedang. Itulah makna samang begayut, sedangkan jurus utama yang dibawakannya adalah jurus, “berjalan diatas kiambang” , Terlihat sangat indah saat sang pendekar membawakan jurus berjalan diatas kiambang tsb dan ini adalah hanya khas spesifikasi Kepaksian Pernong saja.

Selain sebagai seorang pendekar yang setia, sebagai BAHATTUR yg patuh dan tunduk serta senantiasa menjaga Marwah Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong, dalam inter aksi se hari hari nya nya alm Yudi atau yang lebih akrab disapa Temenggung Hanuang Bani ini meskipun dia adalah sosok pendekar kesatria, terlatih dan sangat disegani. Tetapi dalam kesehariannya kita kenal ia sebagai sosok yang ramah, rendah hati , santun dan terbuka terhadap siapapun serta rajin beribadah.

Kesantunan, Kepatuhan dan Keramahan yang melekat kepada sosok Temenggung Hanuang Bani inilah yang membuat dirinya disayangi dan ditemani banyak orang baik teman maupun kerabat wabilkhusus orang-orang digedung dalom Kepaksian Pernong mau pun juga sesama pendekar.

Kepatuhan, Keramahan dan Kesantunannya adalah sikap sadar sebagai bentuk loyalitas tanpa batas dalam menjaga marwah adat istiadat dan terhadap Istana Gedung Dalom sebagai pusat kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong.

Temenggung Hanuang Bani juga merupakan sosok yang cekatan dan selalu siap tanpa mengenal waktu dalam menjalankan titah dari Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke 23, Hal itu jugalah yang membuat SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Saibatin Kepaksian Pernong merasakan sangat kehilangan dan turut duka yang mendalam atas berpulangnya sosok Yudi / Temenggung Hanuang Bani.

Untuk itu, Dalam kesempatan ini juga saya menghimbau kepada Para panglima, Para wakil panglima, Para hulu balang, Bahattur/Pemberani, Pendekar dan perangkat adat yang lain untuk mengirim Suratul Fatehah (Al-fatihah) yang disertai doa untuk dihadiahkan kepada almarhum dengan iringan doa semoga ALLAH SWT memberi maghfiroh dan memasukkan almarhum ketempat yang diberkati dengan rahmat ALLAH SWT.

Semua kita sekeluarga besar merasakan kesedihan, Berbelasungkawa dan turut berduka cita bersama keluarga yang ditinggalkan. Maka dari itu, Atas Nama Keluarga Besar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, Saya Turut Berduka Cita Yang Mendalam atas wafatnya Temenggung Hanuang Bani / Yudi Bin Bustari. Mari kita doakan semoga almarhum diampuni segala dosanya, Ditempatkan ditempat yang paling baik disisi ALLAH SWT serta keluarga, kerabat dan kita semua yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Alfatihah….

*Allahummasholli ala Muhammad wa ali Muhammad. Aamiin YRA…*
*SPDB Pangeran Edward Syah Pernong*
*_Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke 23_*

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=41305

Posted by on Apr 9 2019. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented