|

Fadli Zon Penuhi Panggilan Bawaslu Soal Munajat 212, Neno Mangkir

Jakarta – Fadli Zon, sebagai anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memenuhi panggilan ketiga oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta hari ini, Senin, 18 Maret 2019. Fadli dipanggil karena dugaan pelanggaran kampanye dalam acara Munajat 212.

“Hari ini dia memenuhi undangan Bawaslu DKI sentra Gakkumdu, untuk klasifikasi,” kata Komisioner Bawaslu DKI Puadi saat dihubungi Tempo, Senin, 18 Maret 2019.

Puadi mengatakan, Fadli Zon datang didampingi Riza Patria, anggota Komisi 2 DPR RI. Puadi berujar, materi pemeriksaan hari ini juga menyangkut salam dua jari yang dilayangkan Fadli Zon dalam mobil saya acara Munajat 212 di Monumen Nasional atau Monas pada 22 Februari lalu. “Semua kita tanyakan,” ujar Puadi.

Puadi mengatakan, keterangan dari Fadli Zon itu akan dianalisia untuk membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran.

Proses analisa akan melibatkan Jaksa dan Kepolisian yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Puadi sendiri enggan menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap Fadli Zon. “Nanti itu jadi pembahasan kami di Gakkumdu,” kata dia.

Sementara itu, terlapor lain, Neno Warisman dan Front Pembela Islam (FPI) disebut tidak memenuhi panggilan terakhir. Keduanya dijadwalkan dipanggil pada 13 Maret 2019. “Karena tak datang jadi tidak ada informasi,” kata Puadi.

Walau Neno Warisman dan FPI tidak datang, Puadi mengatakan Gakkumdu akan tetap memberikan kesimpulan. Batas akhir kerja Gakkumdu adalah 20 Maret 2019. Besok, Bawaslu DKI rencananya akan mengundang ahli hukum pidana untuk membantu memeriksa kasus ini. “Besok jam 10 kita undang,” kata Puadi.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin menilai acara Munajat 212 sangat kental bernuansa kampanye dan merupakan bagian dari politisasi agama.

Menurut juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, hal itu dibuktikan dengan salam dua jari Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan orasi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang dinilai tendensius berkampanye, serta hadirnya tokoh-tokoh yang mendukung calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Karena itu, dengan melihat nuansa acara itu patut diduga acara itu merupakan bagian dari politisasi agama dan kampanye politik,” ujar Ace lewat keterangan tertulis pada Jumat, 22 Februari 2019.

Ace di antaranya merujuk pada pernyataan Zulkifli Hasan saat menyampaikan sambutan di acara Munajat 212 itu. Saat diberi kesempatan bicara, Zulkifli Hasan mengatakan, “Persatuan nomor satu, soal presiden?” yang kemudian dijawab massa yang hadir dengan teriakan, “Nomor 2.”(Tempo)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=40842

Posted by on Mar 18 2019. Filed under News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented