|

Mengaku Petani sambil Mewek di Depan Sandi, Ternyata Eks Anggota KPU

 

Jakarta – Warga Brebes bernama Muhammad Subhan sedang menarik perhatian warganet. Penyebabnya adalah aksi Subhan saat mengaku sebagai petani brambang dan menangis di depan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga S Uno.

Sandiaga mengunggah video pertemuannya dengan Subhan melalui akunnya di Twitter. Peristiwanya terjadi di Desa Krasak, Brebes, Jawa Tengah.

“Terenyuh hati ini ketika mendengar keluhan dari Pak Subhan seorang petani bawang yang hingga menahan air matanya saat kami berdialog di Desa Krasak, Brebes, Jawa Tengah,” tulis Sandi menyertai unggahannya di Twitter.

Sandiaga Salahuddin Uno

@sandiuno
Terenyuh hati ini ketika mendengar keluhan dari Pak Subhan seorang petani bawang yang hingga menahan air matanya saat kami berdialog di Desa Krasak, Brebes, Jawa Tengah.

Subhan di hadapan Sandiaga mengaku sebagai petani bawang yang sedang menanggung kerugian. Kadung mengutang di bank sebesar Rp 15 juta, Subhan mengaku tak bisa melunasinya lantaran harga bawang jatuh.

“Saya petani, harga bawang kemarin juga jatuh Pak. Saya sampai sekarang terus terang demi Allah, saya ngutang di Bank Puspa Kencana sampai sekarang tidak bisa bayar Rp 15 juta. Boreknya (jaminannya) adalah rumah bapak-ibu saya,” ungkap Subhan menggebu-gebu.‎

Usut punya usut, Subhan adalah mantan anggota KPU Brebes. Komisioner KPU Ilham Saputra memastikan Subhan adalah mantan penyelenggara pemilu di Brenes.

“Setelah kami konfirmasi kepada KPU Provinsi Jawa Tengah, beliau (Subhan) adalah mantan anggota KPU periode lalu,” ujar Ilham di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/2).

Namun, KPU tidak mempermasalahkan keluhan dan pengakuan Subhan di hadapan Sandi. Pasalnya, Subhan sudah tidak lagi menjadi bagian dari penyelenggara pemilu.

“Kalau anggota KPU jadi petani sih boleh. Tapi jangan berkampanye. Jangan berpolitik dan tidak boleh partisan,” katanya.

‎Ilham menegaskan, semua anggota KPU di tingkat pusat dan daerah sudah disumpah untuk netral. “Jadi, semua itu (independensi anggota KPU, red) ada di dalam sumpah dan dalam UU,” pungkasnya.(Jpnn)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=39909

Posted by on Feb 12 2019. Filed under News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented