|

Tim Investigasi Ambil Keterangan 15 Taruna Atas Kasus Kematian Aldama Putra Pongkala

 

Jakarta – Tim investigasi internal Kementerian Perhubungan masish memproses kasus kematian taruna angkatan I Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra Pongkala (19). Ada lima orang anggota dalam tim tersebut yang mulai bekerja sejak Sabtu (9/2). Rencananya, Selasa (12/2) balik ke Jakarta.

“Tim invesrigasi internal yang di dalamnya juga ada konselor baru tiba kemarin jadi hingga hari ini baru 15 orang taruna yang diambil keterangannya dari total taruna dan taruni ada 100 orang lebih. Untuk itu malam ini kami bekerja lagi,” kata anggota tim investigasi dari Kemenhub RI, Capt. Novyanto Widadi yang juga Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug saat ditemui di Hotel Harper, Makassar tempatnya menginap bersama tim, Minggu (10/2).

Mengenai salah satu nama pejabat di kampus ATKP Makassar yang memegang jabatan pembantu direktur atau Pudir santer disebut-sebut oleh sejumlah orangtua taruna-taruni bahwa dia kerap ikut melakukan aksi kekerasan terhadap taruna dan taruni, Novyanto mengaku belum mengambil keterangannya.

“Investigasi internal kita belum menyentuh ke situ (salah satu Pudir). Kita baru periksa 15 taruna taruni dan pengasuh,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Novyanto, investigasi dan pertemuan internal di kampus ATKP Makassar itu karena adanya dugaan telah terjadi penyimpangan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku sehingga menyebabkan musibah kematian pada taruna sepekan lalu.

Namun untuk penyebab pastinya, imbuh Novyanto, pihak Kemenhub masih menunggu hasil investigasi dari penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hanya saja, kata Novyanto lagi, berdasarkan hasil investigasi internal sementara, pihak Kemenhub memutuskan untuk melakukan pergantian personel pada ATKP Makassar yakni pada pihak-pihak yang bertanggung jawab akan masalah itu tersebut. Soal hasil investigasi sementara yang membuahkan keputusan pergantian personil, Novyanto enggan membeberkan karena merasa bukan kewenangannya.

Termasuk hal yang enggan dia ungkap adalah siapa-siapa saja pejabat yang dinonjobkan, diganti selain direktur ATKP Makassar, Agus Susanto.

Diketahui, para orang tua taruna dan taruni hari Minggu tadi mengantarkan anak-anaknya masuk kampus setelah libur akhir pekan. Mereka kemudian melakukan pertemuan dan bersama-sama ke kediaman Pelda Daniel Pongkala di Kompleks perumahan AURI. Mereka saling mensuppor khususnya ke Maryati, ibu almarhum.

Novyanto membenarkan hal tersebut namun tidak sempat bertemu orang tua para taruna dan taruni di rumah duka tersebut untuk menyerap informasi.

“Rencana kami dari tim akan ke rumah almarhum lagi besok pagi,” pungkasnya. [Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=39879

Posted by on Feb 10 2019. Filed under Kriminal, News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented