|

Pencatut Nama Yenny Wahid dan Jokowi Sebelum Menipu Survei Korbannya

 

Jakarta – Tersangka penipu yang mencatut nama Jokowi dan Yenny Wahid ternyata sebelum beraksi melakukan survei terhadap calon korbannya . Hal ini dilakukan guna meyakinkan calon korbannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan tersangka ISP (39) ini menyasar pengusaha kecil sebagai target korban. Ketika tersangka sudah mendapatkan calon korban, ia pun menawarkan peminjaman uang tersebut.

“Korbannya seperti pemilik usaha warung, usaha toko kelontong, kelontong yang kecil-kecil itu. Dia survei, kemudian difoto, otomatis yang mempunyai warung dan toko itu percaya,” jelas Argo dalam keterangannya di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Begitu korban percaya dan survei selesai dilakukan, selanjutnya tersangka meminta Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat, serta uang administrasi sebesar Rp. 500 ribu hingga Rp. 650 ribu.

“Kalau dia bersedia menerima pinjaman uang, ada uang administrasi itu. Ini kwitansinya (sebagai barang bukti). Karena tersangka ini mendatangi korban, dan mendapatkan keuntungan dari uang administrasi tersebut,” jelasnya.

Ia menjanjikan uang peminjaman diberikan pada akhir Desember 2018. Namun hingga waktu dijanjikan berlalu, korban tidak juga menerima uang sebesar Rp. 15 juta sesuai janji.

“Makanya korban melaporkan, karena janjinya korban mendapatkan duit pinjaman pada akhir Desember 2018. Tapi ternyata ditunggu-tunggu, akhir Desember tidak ada,” terang Argo.

Tersangka ditangkap oleh tim Cyber Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya pada Jumat (25/1/2019) lalu. Tepat sehari korban bernama Heru melaporkan tersangka ke Polda Metro Jaya, yakni Kamis (24/1/2019).

Akibatnya, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Serta Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. (Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=39601

Posted by on Jan 28 2019. Filed under Kriminal, News, Otomotif, Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented