|

Wakil Bupati Lampung Timur Gram dan mengecam oknum Korupsi Dana Bantuan

Wabup Lamtim

Lampung Timur – Dana bantua pemerintah yang di kucur kan kedaerah atau Desa memang sangat rentan sekali dengan pemotongan-pemotongan yang di lakukan oleh oknum yang terkait salah satunya Dana (Gerbang Indah) GI yang bersumber Dari APBD Provinsi lalu di kucurkan Ke Desa-desa yang berada di Lampung Timur untuk membangun Desa secara merata.

Ternyata di mempaat kan oleh oknum untuk meraup ke untungan hingga Ratusan juta “pasalnya” dalam salah satu kegiatan pelatihan woksop membatik yang memakai Dana (Gerbang Indah) GI yang mana hingga saat ini pengelola kegiatan tersebut belum di kerahui siapa penanggung jawab nya yang kemudian setiap Desa di bebankan 10 juta untuk pelatihan tersebut dan 32,5% di minta oleh oknum Pejabat yang terkait.

Mengetahui hal tersebut Wakil Bupati Lampung Timur H. Zaiful Bokhari sangat gram dan mengecam oknum yang bermain dalam kegiatan Pelatihan woksop membatik yang di ada kan di setiap kecamatan dan pesertanya 5 orang dari setiap Desa tersebut sehingga beliau angkat bicara dan berjanji akan mengusut tuntas permasalahan yang merugikan Negara hingga ratusan ini.

Sementara Wakil Bupati Lampung Timur “zaiful Bokhari” saat di komfirmasi kaperwil lintasmediacyber.com melalui perangkat whatsap jum’at 11 januari 2019 mengatakan. Terkait ada nya oknum yang meminta 32.5% ini jelas kejahatan korupsi yang harus diungkap secara tuntas siapun orang nya, dan kita akan mendorong agar para kepala Desa atau yang mengetahui hal tersebut agar bisa secepatnya melaporkan kepada pihak yang berwajib agar pelaku segera terungkap jati dirinya dan saya sebagai wakil bupati Lampung Timur saya akan suport dan dukung agar persoalan ini diusut hingga tuntas” ujarnya.

Kemudian lanjut Wabup untuk Perbup yang memperbolehkan Dana GI untuk di pakai pelatihan nanti saya chek dulu
Karena perbup ini saya baru tahu dari pwmberitaan media sebelumnya saya tidak tau adanya perbup ini” lanjut Bang ipul.
Terkait peberitaan edisi selasa tanggal 08 januari 2018 lalu bahwa: Menurut keterangan Nara sumber yang tidak mau disebut kan namanya kepada kaperwil lintasmediacyber.com bulan desember 2018 lalu melalui telpon seluler, saya telah punya kesepakatan dengan mereka bahwa yayasan saya yang akan memberikan pelatihan kesetiap kecamatan namun setelah saya memberikan pelatihan di 2 kecamatan salah satu nya di kecamatan Batang Hari, tiba-tiba saya dapat telpon dari pihak dinas dan mengajak saya ketemuan untuk membicarakan masalah kegiatan tersebut saya bilang oke, lalu saya menemui oknum tersebut setelah kami bertemu oknum tersebut bilang” saya minta 32,5% dari dana Rp 10 juta perdesa tersebut” kata sumber

Dan saya kaget mendengar nya jelas saya tidak menyetujui lalu dia bilang” kamu harus ngasih kalau gk ngasih maka kamu tidak usah memberikan pelatihan lagi” kata sumber menirukan bahasa oknum tersebut selang beberapa hari kemudian saya di telpon lagi oleh oknum tersebut kamu tidak usah lagi memberikan pelatihan dan uang yang sudah masuk kesaya di minta oleh oknum tersebut untuk di transfer ke dia kemudian uang tersebut langsung saya tranfer kepada oknum itu dan struk bukti transfernya masih saya simpan kok” papar sumber.

Sebetulnya lanjut sumber yayasan yang meneruskan pekerjaan saya itu badan hukum nya tidak jelas alias abal-abal karena saya tau persis dengan yayasan tersebut tapi kok bisa ya mereka dapat kontrak pelatihan woksop membatik itu” imbuh sumber.

Sementara kepala Dinas PMD Syahrul saat di komfirmasi kaperwil lintasmediacyber.com-bersama rekan media fokusindonesiasatu com-di ruangan nya selasa 08/01 mengatakan saya tidak tau menau tentang pelatihan woksop membatik itu apa lagi tentang setoran sebesar 32,5% dari dana yang mereka dapat, mungkin saja kalau dengan kastemer atau penghubung nya sebab yayasan tersebut tidak pernah berhubungan langsung dengan saya bahkan saya tidak kenal dengan mereka” kilah kadis.

Pada saat di tanya apakah betul pihak Dinas yang mengarahkan untuk woksop membatik ini Syahrul menjawab ” ya karena saya melihat kesenjangan untuk pengembangan nya kedepan karena ibu-ibu yang sudah bisa membatik akan kita arahkan UPK untuk memberi pinjaman modal dan arahan untuk membatik tersebut sama sekali tidak melanggar aturan karena semuanya sudah tertuang di peraturan Bupati (perbup)” papar syahrul. (Joni,AN)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=39262

Posted by on Jan 11 2019. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented