| Views: 36.

Hakim Terjerat OTT, KY: Semua Ini Masalah Akhlak

 

Jakarta – Komisi Yudisial (KY) merekomendasikan seluruh hakim dan pegawai pengadilan yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar diberhentikan.

Ketua KY Jaja Ahmad Jayus menilai, kasus korupsi di lingkungan pengadilan terus berulang dikarenakan Mahkamah Agung kurang terbuka terhadap pengawasan dari pihak eksternal.

“Semua harus melakukan introspeksi diri, dari sisi kelembagaan KY sebagai pengawas eksternal akan melakukan kajian mengapa kejadian (OTT hakim) ini berulang terus,” kata Jaja di kantornya, Jakarta, Kamis (29/11).

KY juga meminta Mahkamah Agung (MA) bersikap terbuka terhadap temuan pengawasan yang dilakukan dari luar instansi tersebut. Hal ini penting agar institusi peradilan di Indonesia lebih independen dan profesional.

“Dari sisi kelembagaan meskipun ada upaya keras tapi ternyata kita masih perlu melakukan terobosan dari sisi bagaimana agar akhlak para hakim ini betul-betul menjadi perhatian,” ujar Jaja.

Meski telah ada pengawasan secara internal, baik larangan bertemu hakim hingga pelayanan satu pintu, namun hal tersebut, kata Jaja, tidak dapat secara signifikan mengurangi pelanggaran berat yang dilakukan hakim.

“Semua itu belum cukup karena ini masalah akhlak para hakim,” katanya.

Seperti diketahui, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Iswahyu Widodo dan Irwan ditangkap KPK terkait dengan dugaan suap putusan perdata. Mereka resmi menjadi tersangka dan ditahan KPK.

Hakim Widodo dan hakim Irwan ditangkap penyidik KPK di tempat kos masing-masing di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, pada Selasa (27/11).

Mereka diduga menerima suap Rp 150 juta dan SGD 47 ribu dalam kasus perkara perdata dengan nomor perkara 262/Pid.G/2018/PN Jaksel.(Beritasatu)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=38440

Posted by on Nov 29 2018. Filed under News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented