|

KPK Belum Pastikan Kelanjutan Suap Basuki Hariman

Jakarta – Juru Bicara KPK Febri Diansyah belum bisa berkomentar banyak ihwal pengembangan kasus pengusaha daging Basuki Hariman.

Basuki sebelumnya dijerat dengan sangkaan menyuap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Namun sepanjang kasusnya, ada catatan menarik soal dugaan aliran dana ke sejumlah aparat penegak hukum.

“Untuk kasusnya saya belum dapat informasi ada atau tidak kelanjutannya,” kata Febri saat dikonfirmasi, Senin (8/10/2018).

Pada kasus suap perkara uji materi UU no.14/2014 tentang peternakan dan Kesehatan Hewan, Basuki divonis 7 tahun penjara. Diduga, Basuki tak hanya ‘bermain’ untuk menyuap Hakim MK. Ada dugaan Basuki menyuap penegak hukum lain terkait impor 7 kontainer daging sapi dari luar negeri. Dari pihak Bea Cukai, kementerian sampai kepolisian, diduga menjadi target suap Basuki.

Saat KPK menggeledah kantor Basuki Hariman, ditemukan dua buku catatan pengeluaran keuangan. Buku catatan keuangan ini atas nama PT Panorama Indah Sejati (salah satu perusahaan milik Basuki), yang dibuat Kumala Dewi Sumartono, staf keuangannya.

Di buku ini tertulis beberapa aliran dana ditujukan pada beberapa orang yang diduga pejabat negara seperti kepolisian, bea cukai, kementerian.

Beberapa bulan lalu, Indonesialeaks menerima dokumen buku catatan keuangan ini beserta dokumen salinan berita acara pemeriksaan Kumala Dewi. Berita acara ini tertanggal 9 Maret 2017 yang mencatat Kumala Dewi ditanya oleh penyidik KPK mengenai nama-nama penerima aliran dana.

Dalam buku catatan keuangan ini, ada nama-nama yang ditengarai menerima aliran dana dari perusahaan milik Basuki. Ada 68 pejabat negara yang tertulis di buku ini dan diduga mendapat aliran dana.

Indonesialeaks sendiri adalah platform platform mandiri bagi informan publik untuk menghadirkan pemberitaan yang berkualitas dan menyuarakan kepentingan publik.

Bisnis impor daging Basuki Hariman memang gurih. Dia dikenal pemain besar, setidaknya KPK mencatat ada 20 perusahaan di bawah kendali Basuki Hariman. Tidak heran bila Basuki ini mempunyai banyak kenalan yang terkait bisnisnya, mulai dari petinggi di Kementerian Pertanian, Bea Cukai, sampai Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) atau aparat kepolisian di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.(Inilah)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=37183

Posted by on Okt 8 2018. Filed under Ekonomi, Kriminal, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented