|

Sengketa Pulau Pari, JPU Tuntut Terdakwa 1,5 Tahun Bui

 

Jakarta – Sidang lanjutan kasus sengketa Pulau Pari digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sidang kali ini mendengarkan pembacaan pledoi terdakwa Sulaiman.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mat Yasin menuntut Sulaiman dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Pihaknya merasa tuntutan tersebut sesuai dengan prosedur hukum yang ada. “Tuntutan itu kan sesuai prosedur apa yang dilakukan oleh dia bukan dari saya pribadi,” ujar Yasin, Rabu (3/10/2018).

Yasin kembali menjelaskan, penetapan itu dilakukan secara berjenjang, yakni berkas perkara sebelumnya diperiksa oleh Kepala Seksi Pidana Umum dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. “Itu kan jejangnya bukan hal yang lain-lain. Kalau untuk pembuktian nanti biar majelis hakim yang menilai tuntutan kami. Kembali ke hakim lagi nanti,” tegasnya.

Yasin menambahkan, tuntutan yang diberikan juga dilihat dari sertifikat tanah yang dimiliki oleh PT. Bumi Pari Asri. Sehingga, menurutnya, dengan sertifikat itu sudah dapat dipastikan bahwa Sulaiman layak dituntut 1 tahun 6 bulan. “Patokan kami itu saja (Sertifikat yang dimiliki oleh PT. Bumi Pari Asri),” tukasnya.

Hal ini ditanggapi oleh kuasa hukum terdakwa, Nelson Nicodemus. Ia mengatakan, terdakwa ingin dibebaskan. Malahan, Nelson beralasan jika melihat kasus ini di mata hukum, kliennya tidak bersalah. “Dia tidak bersalah karena apa, dia itu pesuruh Surdin. Surdin yang punya tanah di situ. Dia cuma disuruh urus home stay saja. Terus yang dia tahu tanah itu milik Surdin,” jelas Nelson.

Nelson kembali mengatakan, jika kliennya hanya mengetahui bahwa tanah yang dikelola bukan milik Pintarso. Pasalnya, Sulaiman tidak pernah melihat ada bangunan atau plang kepemilikan jika tanah itu dikuasai oleh PT Bumi Pari Asri.

“Yang dia tahu tanah itu bukan punya Pintarso. Dia tidak pernah lihat Pintarso di situ. Gak pernah ada bangunan, gak pernah ada orangnya, gak pernah ada batas-batasnya,” pungkasnya. Jalannya sidang akan kembali digelar pada Selasa (9/10/2018) dengan agenda tanggapan dari jaksa atas pledoi terdakwa Sulaiman. (Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=37051

Posted by on Okt 3 2018. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented