| Views: 25.

Cawapres Ulama Belum Jaminan, Sejarah Membuktikan

 

Jakarta – Tak terbantahkan klaim Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) sebagai salah satu arus pendorong bagi koalisi partai politik non pemerintah. Kelompok yang populer dengan Aksi 212 itu selalu seirama dengan arah politik koalisi yang digawangi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
Terakhir kali, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bersama sejumlah partai politik non koalisi Jokowi, turut menghadiri acara ijtima ulama GNPF di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Jumat, 27 Juli 2018 lalu.
Pimpinan partai politik lain yang hadir, ada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

Acara yang dibuka melalui sambutan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama, mengharapkan perkumpulan itu dapat memperkuat barisan umat menuju Indonesia berkah dengan menyatukan partai-partai politik yang berjuang bersama umat melawan tirani kezaliman.

GNPF Ulama menyambut dua partai baru yang mau bergabung dalam acara ijtima ulama, yakni Partai Berkarya maupun Partai Idaman. Serta berharap agar Partai Demokrat maupun partai-partai politik lainnya juga mau bergabung dalam perkumpulan tersebut.
Dalam amanahnya, Habib Rizieq menyarankan kepada peserta ijtima ulama agar dapat mencalonkan presiden dan wakil presiden dari kalangan nasionalis dan agamis pada Pemilihan Umum 2019.

“Agar saling melengkapi dan saling menyempurnakan sehingga mengatakan limpahan tambah dari Allah seluruh wilayah tanah air tercinta Indonesia,” ujar Habib Rizieq melalui jaringan komunikasi dari Mekkah, dalam Ijtima Ulama di Hotel Peninsula Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

Melalui ijtima ulama ini, Habib Rizieq berharap akan memacu merekomendasikan calon presiden dan wakil presiden 2019 yang adil dan amanah, cerdas dan tegas yang cinta bangsa dan negara dan melindungi semua agama, yang menjunjung tinggi ayat suci, selalu mengawal konstitusi agar tidak bertentangan dengan ayat suci.

PKS Anggap Ijtima Ulama Bahasa Langit
Gayung bersambut, peserta ijtima ulama GNPF langsung berembuk dan menjaring aspirasi peserta. Hasilnya, ijtima ulama merekomendasikan pasangan Prabowo Subianto-Habib Salim Segaf AlJufri atau Prabowo Subianto-Ustaz Abdul Somad Batubara, sebagai pasangan capres cawapres dari Koalisi Keummatan.

“Ini semua yang kita rekomendasikan dua pasang calon ini adalah aspirasi peserta yang dapat restu dari Rizieq Shihab,” ujar Yusuf usai Ijtima Ulama di kawasan Slipi, Jakarta, Minggu 29 Juli 2018.

Yusuf menambahkan hasil ijtima ulama ini langsung disampaikan kepada Prabowo Subianto, dan lima partai politik koalisi. GNPF Ulama yakin Prabowo akan mendengar hasil rekomendasi dan menerima usulan yang disampaikan oleh para ulama dan tokoh nasional yang hadir dalam forum ijtima ulama ini.

Menariknya, dalam rekomendasi ijtima ulama ini, tidak ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk diusulkan sebagai cawapres Prabowo. Yusuf mengakui nama Komandan Satuan Tugas Bersama (Kosgama) Partai Demokrat itu memang tidak pernah dibicarakan selama forum ijtima ulama.

Menurut Yusuf, ada alasan yang menyebabkan AHY belum diusulkan masuk bursa Pilpres. Pertemuan Susilo Bambang Yudhonoyono dan Prabowo Subianto juga belum menunjukkan kata sepakat nama AHY diajukan menjadi calon wakil presiden. “Tak ada kewajiban bahwa Demokrat mengusung AHY,” kata dia.(Viva)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=35482

Posted by on Jul 31 2018. Filed under News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented