|

Densus Tangkap Lima Warga Blitar yang Diduga Anggota JAD

Blitar – Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha membenarkan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menangkap sejumlah warga Blitar yang diduga terlibat jaringan terorisme.

Dari tiga lokasi, yakni wilayah Kecamatan Talun, Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Gandusari, Densus telah menangkap sedikitnya lima orang terduga teroris.

“Saat ini kelima orang itu sudah dibawa ke Surabaya untuk diperiksa tim penyidik, “ujar Anissullah kepada wartawan Kamis (14/6/2018). (Baca juga: Gerebek Kontrakan Blitar, Densus Tangkap Dokter dan Penyalur Pupuk)

Penggerebekan berlangsung Rabu 13 Juni 2018 malam. Di Talun, Densus menemukan satu pucuk senjati api (senpi) pabrikan serta delapan butir peluru. Petugas juga menyita flash disk, buku serta catatan yang mengarah pada gerakan radikal.

Di Talun, kata Anisullah, petugas menangkap tiga orang. Ketiganya adalah AR (48) yang berprofesi penyalur pupuk, Nh (40) seorang dokter dan SZ (42). Sedangkan di Wlingi dan Gandusari, petugas menangkap masing masing satu orang.

“Karena barang bukti ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara-red) Talun, petugas hanya memasang police line di sana, “ungkapnya.

Berdasarkan dokumen kependudukan (KTP), kelima orang yang ditangkap tercatat sebagai warga Blitar. Kendati demikian ada satu terduga tercatat kelahiran Bengkulu.

Dari penyidikan sementara, ketiganya diduga sebagai jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang beroperasi di wilayah Blitar dan Malang. Diduga jaringan itu di bawah kepemimpinan SM, Ketua JAD Jawa Timur asal Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang ditangkap di Singasari Malang.

SM ditangkap beserta istri sirinya beberapa hari pascaserangan bom di Surabaya dan Sidoarjo. “Dari penyidikan sementara, mereka ini jaringan JAD yang beroperasi di Blitar dan Malang. SM yang ditangkap lebih dulu itu ketua JAD, “ungkapnya.

Anissulah menambahkan, kelima orang ini sudah lama dalam pantauan Densus. Aktivitas dan pergerakan mereka sudah lama diikuti. Hingga tiba saat yang tepat, petugas melakukan penggerebekan.

“Ini bukan aksi semalam. Tapi sudah lama Densus melakukan observasi dan memantau yang bersangkutan, “jelasnya.

Hingga saat ini petugas masih melakukan penjagaan ketat di tiga TKP yang merupakan rumah yang bersangkutan. Tidak tertutup kemungkinan ditemukan alat bukti tambahan. (Sindo)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34782

Posted by on Jun 14 2018. Filed under News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented