|

Menkopolhukam ogah menanggapi soal kabar SP3 kasus chat porno Rizieq

Jakarta – Menkopolhukam Wiranto enggan berkomentar soal informasi atau bisik-bisik keluarnya SP3 kasus chat diduga mesum yang menjerat Rizieq Shihab. Menurut Wiranto, diberhentikan atau dilanjutkan kasus tersebut adalah wewenang Kepolisian.

Ketua DPR prediksi RUU Terorisme selesai dalam dua pekan
“Itu urusan polisi. Di sana (polisi) yang tahu,” kata Wiranto saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6).

Wiranto menyebutkan, pihak Kepolisian yang berwenang untuk menjelaskan perihal perkara tersebut.

“Jangan ke saya dulu. Yang mengerti di sana (polisi) kenapanya,” tegas dia.

Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mendesak agar Kepolisian segera mengumumkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3) kasus pornografi dan chat seks tersebut.

“Polisi harus umumkan SP3 kasus chat HRS,” ucap Kapitra melalui pesan singkat.

Kasus tersebut bermula dari chat yang beredar diduga antara Rizieq dan Firza Husein dalam situs baladacintarizieq.com. Keduanya ditetapkan menjadi tersangka.

Pihak kepolisian juga sudah memeriksa Rizieq di Arab Saudi pada 27 Juli 2017. Dalam pemeriksaan itu penyidik belum sepenuhnya menanyakan kasus yang membelit Rizieq. Karena itu, nantinya penyidik akan kembali memeriksa Rizieq.[Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34704

Posted by on Jun 10 2018. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented