|

Pertamina Jamin Ketersediaan BBM dan LPG di Jatim

 

Surabaya – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) di wilayah Jawa Timur (Jatim) aman hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang.

GM Pertamina MOR V, Ibnu Choldum, mengatakan, pihaknya akan menambah stok sebesar 15 persen hingga 25 persen BBM, baik premium, pertalite, pertamax dan solar selama libur panjang sekolah hingga Hari Raya Idul Fitri 2018. Pertamina juga akan menyiagakan mobil-mobil tangki dan menempatkannya di titik-titik kemacetan, daerah tujuan wisata serta di rest area jalan tol.

“Petugas kami juga akan menjemput pengguna kendaraan yang mogok di jalan raya akibat kekurangan BBM,” katanya usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jatim, Soekarwo, di Surabaya, Selasa (22/5).

Ibnu menambahkan, untuk menjamin ketersedian LPG di Jatim, pihaknya juga akan menambah stok LPG. “Kami akan menambah stok sebanyak 12 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Soekarwo, mengatakan, pihaknya memang telah meminta Pertamina untuk mengawal kelancaran distribusi BBM dan LPG di Jatim sebagai antisipasi menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 2018 dan libur panjang sekolah.

“Khusus untuk BBM, keterlambatan pasokan BBM di daerah pada musim liburan hingga mudik lebaran akan memberi dampak luar biasa bagi pengguna jalan maupun masyarakat lainnya. Untuk itu, distribusi kelancaran BBM harus terus diperkuat, terutama pada periode waktu tersebut,” katanya.

Menurut Soekarwo, perhatian Pertamina hendaknya juga dilakukan di titik titik seperti daerah kawasan macet yang berjauhan dengan SPBU. Juga, daerah tujuan wisata seperti Malang Raya, Lamongan, dan Banyuwangi yang memiliki potensi peningkatan konsumi BBM.

“Selain itu, juga dipandang perlu menambah distribusi BBM di titik titik jalan tol baru, terutama yang masih dalam tahap fungsional,” tambahnya.

Sedangkan untuk LPG, Soekarwo mengatakan, pihaknya meminta Pertamina agar menambah stok LPG di Jatim karena masyarakat di Jatim sebagian besar adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kebutuhan produksi UMKM akan meningkat selama bulan puasa dan lebaran mendatang.

“Selain untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti memasak, LPG terutama dipergunakan untuk kebutuhan produksi. Masyarakat yang awalnya menjual pisang, saat ini mengolah menjadi kripik pisang,” pungkasnya.(Beritasatu)

 

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34546

Posted by on Mei 23 2018. Filed under Ekonomi, Kriminal, News, Otomotif, Pendidikan, Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented