|

Bunuh Sopir Bupati, Oknum TNI dan PNS jadi Tersangka

Lampung – Kasus penganiayaan hingga berujung tewasnya sopir Bupati Lampung Utara, Yogi Andika (32) beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, menetapkan dua tersangka oknum TNI dan PNS atas dugaaan melakukan kekerasan yang menyebabkan kematian Yogi.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Suntana mengatakan, dari hasil penyidikan , pihaknya telah menetapkan MI, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Lampung Utara dan oknum TNI AD jadi tersangka.

“Ada dua yang ditetapkan tersangka, oknum TNI dan PNS berinisial MI. Untuk salah satunya hasil koordinasi kami dengan Kodam dan juga Pangdam dan oknum tersebut sudah kami serahkan ke teman-teman TNI. Saat ini, keduanya sedang dalam proses,”ungkapnya, Selasa (22/5/2018).

Kepala Penerangan Kodam (Kependam) II Sriwijaya, Letkol Inf Djohan Darmawan mengatakan, Pangdam II Sriwijaya akan memberikan tindakan tegas terhadap oknum anggota TNI yang terbukti terlibat melakukan pelanggaran hukum.

Diakuinya, bahwa ada keterlibatan oknum anggota TNI yang mengakibatkan kematian Yogi Andhika, sopir pribadi Bupati Lampung Utara.

“Oknum anggota TNI AD tersebut, saat ini masih diperiksa penyidik Denpom AD II/3 Lampung. Jika terbukti bersalah, kita akan berikan tindakan tegas dan akan mendapatkan hukuman yang sangat berat sesuai undang-undang yang berlaku. Kasus tersebut, akan terus kita tindak lanjuti sampai tuntas,”ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Yogi Andika, sopir Bupati Lampung Utara diduga menjadi korban penganiayaan, beberapa bulan lalu hingga akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Dugaan tersebut, merujuk pada laporan ibu korban ke Mapolres Lampung Utara dengan nomor laporan LP/237/II/Polda Lpg/SPKT/Res LamUt tanggal 20 Maret 2018

Bahkan setelah beberapa bulan kematian sopir Bupati Lampung Utara itu, masih menjadi misterius meski sudah dilaporkan ke Mapolres Lampung Utara. Polisi belum dapat mengungkap kematian Yogi, hingga akhirnya makam Yogi dibongkar untuk dilakukan autopsi.

Sebelum meninggal dunia, saat itu Yogi pulang ke rumahnya tapi dengan kondisi tubuh penuhi luka dan memar. Bahkan din kepala belakangnya pecah, kemudian di pungggungnya dipenuhi dengan luka seperti bekas sundutan api rokok. Bahkan Yogi sempat muntah dan mengeluarkan darah kental dari mulutnya, lalu orangtua korban sempat melarikan Yogi ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut keluarga almarhum, saat Yogi dirawat di RSUAM pernah mengatakan, dia dianiaya oleh sejumlah oknum dekat di lingkaran Tokoh Wahid. (Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34522

Posted by on Mei 22 2018. Filed under News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented