|

Aksi teror marak, Fadli Zon minta Polri, BIN dan BNPT dievaluasi

Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia diguncang aksi teroris dan ledakan bom. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku prihatin atas terjadinya rentetan aksi tersebut. Karena itu dia mengatakan sekarang ini sudah diperlukan evaluasi pada ada lembaga yang bertanggungjawab mengatasi terorisme.

“Ya harus ada evaluasi. Kepada BIN, Kepolisian, BNPT, itu harus dievaluasi dong, mereka yang mempunyai tupoksi untuk masalah ini, ada pencegahan, ada penindakan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5).

Fadli menuturkan, selama ini anggaran untuk Badan Intelijen dan lembaga lainnya sudah cukup besar. Karena itu penambahan dana harus jadi acuan bahwa lembaga itu harus berkerja lebih baik lagi.

“Anggaran juga cukup besar kan. Anggaran BIN aja makin besar. Berkali-kali lipat, anggaran kepolisian juga naiknya dalam berapa tahun ini berkali lipat. Tapi peningkatan anggaran ini harusnya sejalan dong dengan kinerja. Dari 2014 ke 2017 anggaran Polisi luar biasa peningkatannya,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini tidak mau berbicara lebih lanjut apakah perlu ada pergantian pimpinan di lembaga penangan teroris seperti BIN dan BNPT atau Kapolri. Dia hanya menegaskan instansi terkait harus diberi hukuman karena telah membiarkan aksi teror bisa terjadi terutama di kawasan Rutan Salemba cabang Mako Brimob.

“Mereka yang bertanggung jawab harus ada semacam punishment dong. Enggak bisa ini berlalu begitu saja. Bagaimana bisa di sana (Rutan Mako Brimob) terjadi penguasaan oleh narapidana sampai 36 jam. Itu kan luar biasa. Berarti ada masalah,” ujarnya.

Fadli menilai aksi teror yang terjadi belakangan ini berkaitan dengan kasus kerusuhan di Mako Brimob. Sebab itu, dia meminta semua pihak mengusut apa yang terjadi di Mako Brimob.

“Pasti ada relasi mungkin berdiri sendiri apa adanya yang terjadi di Surabaya di beberapa tempat ini berdiri sendiri pasti ada relasi sehingga pertanyaan dan tanda tanya besarnya adalah apa yang sesungguhnya terjadi di Mako Brimob itu,” ucapnya. [Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34397

Posted by on Mei 17 2018. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented