|

Cerita Sri Mulyani pernah bercita-cita jadi guru

Jakarta – Sri Mulyani Indrawati merupakan sosok menyedot perhatian. Apalagi Baru-baru ini, dia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik di Asia Pasifik pada 2018 versi majalah keuangan FinanceAsia. Menurut FinanceAsia, Sri Mulyani berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah lebih baik.

Sri Mulyani dianggap berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017, sehingga dapat bertahan saat terjadi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga mendapatkan penghargaan menteri terbaik di dunia dalam World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirate Arab.

Namun siapa sangka kalau Sri Mulyani ketika masa kecil tak bermimpi untuk menjadi menteri keuangan. Sri Mulyani ingin menjadi guru taman kanak-kanak (TK). Sri Mulyani menuturkan, dirinya menyukai anak-anak. Ia kagum melihat ekspresi anak-anak dalam interaksi.

“Pengen jadi guru TK. I love children. Menyanyi, lihat wajah mereka, bagaimana mereka gembira, bagaimana mereka berekspresi, takut saat berinteraksi. Adrenalin itu muncul,” ujar Sri Mulyani saat acara Youth X Public Figure, Sabtu (12/5).

Kemudian ketika masuk masa sekolah, Sri Mulyani ingin menjadi guru Bahasa Inggris. Ini karena melihat guru Bahasa Inggris saat SMP menjadi teladan buat dirinya.

“Saya SMP punya guru Bahasa Inggris yang sangat menarik. Gurunya perempuan, bu Hari. Ia bajunya rapi, dan cara jelasin bagus, gestur tubuh menyenangkan. Ini role model, mungkin jadi guru Bahasa Inggris,” tutur Sri.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut melanjutkan, ketika masuk sekolah menengah umum (SMU) mengambil jurusan IPA. Akan tetapi, ia tak berminat untuk ambil jurusan kuliah berkaitan dengan ilmu pasti.

Apalagi Sri Mulyani melihat saudaranya sebagian besar juga sudah menjadi dokter dan insinyur. Anak ketujuh dari 10 bersaudara ini pun memutuskan mengambil jurusan ekonomi.

Sri Mulyani mengaku menyukai data dan membaca buku sehingga juga mendukung dirinya saat mengambil jurusan ekonomi ketika kuliah. Namun orangtuanya pun sempat kurang setuju.

“Saya sebenarnya sudah diterima di IPB tanpa tes. Tapi kurang kreatif dan tidak lucu. Saya ambil jurusan sosial, ekonomi. Orangtua bilang kamu nanti jadi clerk penerima uang. Sedangkan bapak ibu saya dosen, masuk ekonomi tidak jadi menteri keuangan saya mau jadi dosen dan peneliti. Saya senang data dan baca buku,” kata dia.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengaku suka memperhatikan perilaku atau sikap orang lain. Oleh karena itu, dia sempat ingin masuk jurusan psikologi. Dirinya senang berinteraksi sosial dan memperhatikan sikap orang lain. Dengan mengenal sikap dan perilaku orang lain juga memiliki manfaat positif untuk ambil kebijakan.

“Understand people buat ultimate relation agar bisa connect. Ekonomi itu ada psikologinya. Behaviour dari konsumen, perusahaan. Saat buat kebijakan ini, rakyat bagaimana reaksinya. Tujuan instrumen apa yang mau diambil itu sangat mengasyikkan dan menyenangkan,” tandasnya.[Merdeka]

 

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34359

Posted by on Mei 12 2018. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented