|

Pernyataan Amien Dinilai Sebagai Ungkapan Retorika

 

Jakarta — Pengamat Hukum Pidana Kaspudin Nor menuturkan pernyataan mantan Ketua MPR RI Amien Rais soal partai setan dan partai Allah belum masuk ke ranah perbuatan pidana. Sebab, Amien dalam pernyataan yang dikemukannya tidak menyebut partai yang dimaksud.
“Saya belum mendengarnya secara keseluruhan, namun sepanjang itu tidak menyebut salah satu partai, saya rasa itu sifatnya belum masuk ke arah pidana karena tidak disebut yang mana, bisa saja partai di luar negeri, atau bukan partai politik,” kata mantan Komisioner Komisi Kejaksaan itu, kepada Republika.co.id, Senin (16/4).

Menurut Kaspudin, pernyataan Amien tergolong sebagai ungkapan yang bersifat retorika. Pernyataan tersebut disampaikan agar orang-orang itu sadar dan bersikap kritis dalam memilih pemimpin yang diajukan partai politik. Namun, pada akhirnya masyarakat yang menilai mana partai yang baik dan yang tak baik.

“Sepanjang tidak disebutkan partai yang mana, itu sifatnya retorika menurut saya, mungkin kalau ada partai yang suka bohong, suka menyesatkan itu yang ditunjuk, tapi kan tidak tahu yang mana, jadi mestinya partai-partai tidak perlu membuat reaksi, introspeksi demi suasana yang kondusif,” katanya.

Kaspudin menjelaskan, suatu perbuatan bisa mengarah ke pidana bila ada niat, merujuk objek yang jelas, dan menimbulkan akibat jelas. Akibat yang dimaksud yakni berkaitan dengan adanya korban dari perbuatan yang dilakukan. Jika tidak ada objek yang dituju, maka tentu tidak ada korban.

“Kalau tidak ada objek yang dituju, tidak ada korban, akibatnya belum ada, ya enggak ada masalah. Itu belum masuk unsur pidana,” katanya.

Sebelumnya, pernyataan Ketua Dewan kehormatan PAN, Amien Rais yang menyebut tentang Partai Allah dan Partai Setan, menjadi kontroversial. Pernyataan Amien usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, ini dianggap sebagai pendikotomian partai politik. Pernyataan tersebut pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien.(Republika)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=33991

Posted by on Apr 17 2018. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented