|

KPK Bantu Polda Sulsel Tuntaskan 3 Kasus Korupsi

 

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menuntaskan tiga kasus korupsi. Bantuan ini dilakukan KPK melalui Koordinasi dan Supervisi (Korsup).

“Tim Korsup Penindakan KPK hari ini melakukan gelar perkara bersama tim Polda Sulawesi Selatan dan jajarannya yang dipimpin oleh Kombes Pol. Yudhiawan, DirReskrimsus Polda Sulsel,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (17/4).

Kerja sama ini dilakukan untuk membantu Polda Sulsel mengatasi kendala yang dihadapi dalam proses penyidikan ketiga kasus tersebut. Selain itu, KPK juga memfasilitasi menghadirkan ahli teknis untuk melengkapi berkas perkara, termasuk di dalamnya perhitungan kerugian negara.

“Ada kebutuhan bantuan perhitungan kerugian negara di sana,” katanya.

Tiga kasus korupsi yang dibantu KPK, yakni kasus dugaan korupsi Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang turut serta dalam pengadaan barang dan jasa yang diurus atau diawasinya dan atau menerima hadiah atau janji terkait jabatannya pada kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar.

Dalam kasus tersebut, Polda Sulsel menetapkan Kepala BPKAD Kota Makassar yang juga sebagai pengguna anggara Erwin Syafruddi Haija sebagai tersangka.

Kedua, dugaan TPK Pengadaan Barang Persediaan Sanggar Kerajinan Lorong-Lorong Kota Makassar pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar tahun anggaran 2016. Dua orang dijadikan tersangka dalam kasus ini, yakni Kadis Koperasi/UKM Makasar Gani Sian dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) M Enra Efni.

Ketiga dugaan TPK Dana Pemeliharaan Taman dan Jalur (Penanaman Pohon Ketapang Kencana) pada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar tahun anggaran 2016. Dalam kasus ini, Polda Sulsel menjerat empat orang tersangka dalam kasus ini. Abdul Gani Sirman selaku pejabat pembuat komitmen, Budi Susilo selaku PPTK, Buyung Haris selaku tim penyusun harga perkiraan sementara (HPS), dan Abu Bakar Muhajji seorang PND yang bertindak sebagai penyedia pohon.

“Tim Korsup KPK telah melakukan supervisi terhadap ketiga perkara ini sejak 3 April 2018 dan gelar perkara ini merupakan gelar perkara pertama,” kata Febri.(Beritasatu)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=34009

Posted by on Apr 17 2018. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented