|

PKS Digoyang Isu Osan vs Osin, Anis Matta Lawan Sohibul Iman

 

Jakarta – Isu miring soal rencana kudeta internal Partai Keadilan Sejahtera atau PKS muncul, Osan vs Osin alias orang sana dengan orang sini.

Dalam dokumen power point berjudul Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS, yang beredar di kalangan wartawan, Osan sama dengan loyalis AM.

Sepanjang dokumen itu memang tak disebut inisial AM mengarah ke siapa. Namun dalam salah satu singkatan, sempat disinggung AMPM yang berarti Anis Matta Pemimpin Muda. Bisa jadi AM adalah Anis Matta.

Dari daftar istilah dan singkatan dalam dokumen itu juga disinggung adanya dua fraksi yakni Fraksi Sejahtera (Osan) dan Fraksi Keadilan (Osin).

Siapa AM mulai benar-benar mengarah ke Anies Matta, karena di bagian latar belakang dan sejarah disebut AM menjadi Presiden PKS 2013-2015. Siapa lagi kalau bukan Anis Matta!

Masih di bagian latar belakang dan sejarah, di poin sebelas dan 17 muncul inisial FH, yang disebut di sana dipecat lalu melaporkan MSI ke polisi. Gampang ditebak, ini adalah Fahri Hamzah vs Mohamad Sohibul Iman (Presiden PKS sekarang).

Bisa diraba, ini adalah soal Anis Mata (termasuk bersama Fahri Hamzah) versus Sohibul Iman.

Di bagian lain dokumen power point yang beredar itu, disebutkan juga beberapa strategi Osan, antara lain menguasai MS (mengarah ke majelis syuro), menguasai fraksi legislatif, struktur, merekrut kader hingga membiayai cakada.

Nah, petinggi PKS, Mardani Ali Sera tegas membantah ada keretakan di partainya. Dia memastikan partainya masih dalam keadaan solid. “Enggak ada (kudeta), semua aman dan nyaman,” kata dia ketika dikonfirmasi, Sabtu (14/3).

Menurut dia dalam internal partai masih sehat dan tak ada pembicaraan soal isu kudeta itu.

Sementara Jazuli Juwaini selaku Ketua Fraksi PKS di DPR mengatakan, isu itu muncul dari eksternal PKS. Dia menyebut, dengan adanya isu itu maka PKS akan disibukkan mengurus internal sehingga lalai dalam pesta demokrasi. “Nanti enggak sempat ekspansi pemenangan, makanya enggak perlu saya tanggapi serius yang seperti ini,” ujar dia.

Jazuli juga memastikan, akan sangat susah untuk bisa mengudeta PKS. “Enggak bisa pakai kudeta-kudeta, karena sistemnya sudah terbangun secara bagus dalam proses memilih pimpinan,” tandasnya. (Jpnn)

 

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=33941

Posted by on Apr 14 2018. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented