|

KY Yakin Penangkapan terhadap Hakim Akan Terus Terjadi

 

Jakarta – Tujuh orang termasuk seorang hakim dan seorang panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Tangerang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat suap.

Terkait hal itu, Komisi Yudisial (KY) meyakini operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap hakim akan terus terjadi. Sebab, banyak rekomendasi KY tidak ditindaklanjuti oleh Mahkamah Agung (MA).

“Karena itu, kami pastikan tragedi yang sama akan selalu berulang,” kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi kepada SINDOnews, Selasa (13/3/2018). (Baca juga: Diduga Terima Suap, Hakim dan Panitera PN Tangerang Dibawa ke KPK)

Dia mengakui pihak yang telah ditangkap KPK adalah oknum. “Namun apa namanya jika terjadi fenomena penangkapan terhadap aparat pengadilan oleh KPK dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut,” katanya.

Dia menegaskan, KY tidak omong kosong tentang fenomena banyaknya hakim atau panitera pengadilan ditangkap KPK. “Kami minta untuk tidak lagi bertanya, apa yang sudah KY lakukan, jika ada yang sadar bagaimana rentetan peristiwa ini terjadi,” ungkapnya.

Farid tidak menampik selama ini banyak langkah pembinaan yang dilakukan MA untuk menjaga integritas hakim. Namun, kata dia, KY sebagai pengawas eksternal berharap langkah pembersihan itu dilakukan pula dengan menindaklanjuti rekomendasi sanksi yang diberikan pihaknya.

Sepanjang tahun 2017, kata dia, KY merekomendasikan penjatuhan sanksi kepada 58 orang hakim yang dinyatakan terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Namun, lanjut dia, tidak semua rekomendasi sanksi ini langsung ditindaklanjuti dengan berbagai alasan.

Dia pun menjelaskan, isu suap atau gratifikasi pada lembaga peradilan dari sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) sejak 2009, kasus suap dan gratifikasi cukup mendominasi hingga sekarang.

“Dari 49 sidang MKH yang telah dilaksanakan, ada 22 laporan karena praktik suap dan gratifikasi, yaitu sekitar 44,9 persen,” ujarnya.

Dia melanjutkan, isu praktik suap dan jual beli perkara selalu menghiasi sidang MKH pada setiap tahunnya. Selain itu, tercatat sejak 2012 terdapat 28 orang di lingkungan peradilan yang ditangkap PK. “Dari 28 orang itu dg rincian 17 orang hakim dan 9 orang panitera/pegawai pengadilan,” tuturnya.(Sindo)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=33211

Posted by on Mar 13 2018. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented