|

Noeryanto, Sosok Pemuda Desa Yang Mendunia

WhatsApp Image 2018-03-05 at 20.02.38Jawa Tengah_ NOERYANTO atau di Medsos lebih dikenal dengan nama NOERYANTO LIDIAH ART adalah sosok yg sdh tdk asing lagi di dunia sastra budaya Jawa tengah dan Yogyakarta bahkan Indonesia.

Pria kelahiran 13 Okt 1974 yg tinggal di desa JOWAHAN, BOROBUDUR ini mengawali kariernya sejak tahun 1999 setelah sebelumnya berpetualang ke Yogya, Tangerang dan Bali.

Bakat seni sudah dimilikinya sejak kanak-kanak didukung lingkungan tempat tinggalnya yg sebagian perajin dan pedagang.

Nur kecil yg saat itu sadar bahwa untuk mendapatkan uang dia harus bekerja, mengingat orang tuanya yang hanya seorang petani tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan se hari-hari

Mulailah imajinasi seninya tertuang dalam karya yang dapat menghasilkan uang walau masih dengan cara yang manual.

Dari tangan kecilnya itulah tercipta karya yg hingga saat ini masih dapat kita lihat di daerah Borobudur dan sekitarnya, diantaranya adalah Gledekan kuda balap, Parasit plastik, ukiran bambu.

Namun persaingan bisnis saat itu tidak menguntungkannya karena banyak pengusaha yang melihat karyanya dan meniru dengan cara lebih canggih dan tentunya modal yang besar.

Apalah daya si Nur kecil yg saat itu masih duduk di bangku SD dan tidak punya modal serta tidak memiliki pengetahuan yg cukup.

Menginjak bangku SMP barulah mas Nur begitu dia biasa disapa mulai serius dengan karya-karyanya dan membuat bisnis yg dikelola dengan management yang mulai tertata bersama beberapa karyawan yang juga merupakan warga sekitar.

Dan sekali lagi peruntungan bisnis belum berpihak padanya yang membuat Noeryanto putar haluan.

Merasa bahwa Nur harus punya pengetahuan dan modal yang besar untuk berbisnis, maka mulailah Nur yang sudah menginjak remaja memutuskan pergi ke Tangerang, Yogya dan Bali.

Dalam petualangan itulah keberuntungan mulai berpihak padanya walau harus melalui perjuangan dan penerpaan yg cukup luar biasa sulit.

Dalam perantauannya Noeeyanto bertemu dengan para maestro seni pahat, lukis, sastra, batik yg sudah mendunia.

Noer juga belajar management dari satu perusahaan dimana Noer sebagai buruh yg harus kerja keras selama 16 jam (2 shift).

Berkat keuletan, kegigihan dan kesabaran yg tanpa batas itulah putra pasangan bapak BADARI dan Ibu MURSIYEM kini dapat menikmati hasilnya.

- Miniatur candi Borobudur yg terbuat dari Logam, Batu kali, maupun batu Giok sdh menjadi Ikon Souvenir tamu negara yang berkunjung ke Jawa Tengah sejak kepemimpinan Gubernur Mardianto.

- Lidiah Art Gallery

- Pendopo “Omah Mbudur”

- Paket Wisata Rafting, Jeep, Andong, Kuliner.

Selain kepemilikan bisnis tersebut mas Nur begitu beliau biasa disapa juga dipercaya sebagai Ketua Koperasi Pariwisata.

Selain penghargaan sebagai Pemuda Pelopor tingkat Nasional juga masih banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri yang terpasang indah di Pendopo “Omah mBudur” miliknya.

Kini noer menata bisnis, bersastra seni dan berkegiatan sosial bersama FITRIYANTI perempuan cantik yg dinikahinya pada tahun 1999 yang selalu setia mendampingi dalam suka duka dan ketiga Putrinya yg menjadikan kekuatan dirinya dalam berkarya.

“Banyak orang tahu hal tetapi tidak mau melakukannya, tetapi tidak begitu dengan saya, saya akan dan harus melakukan banyak hal yang bermanfaat yang saya tahu”ujarnya

Demikian beliau mengakhiri obrolan yang penuh kekeluargaan dengan deriknusntara.com. (srirahayu/t.azh)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=33000

Posted by on Mar 5 2018. Filed under News, Otomotif. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented