|

Pemimpin Berkarakter untuk Kemajuan Bangsa

Jakarta – Pembangunan bangsa Indonesia menuntut kehadiran pemimpin-pemimpin daerah yang memiliki karakter dan visi jelas. Integritas dan keteguhan sikap mereka sangat dibutuhkan untuk memacu program-program yang bisa menyejahterakan masyarakat

Rumusan-rumusan positif tersebut mengerucut dari program Indonesia Visionary Leader (IVL) 2 yang digelar oleh KORAN SINDO di Jakarta, 24-25 Januari lalu. Ajang pemaparan dan pengujian para pemimpin daerah berkualitas ini diikuti 10 peserta. Mereka adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Bogor Bima Arya, Wali Kota Jambi Syarif Fasha, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Bupati Fakfak Mohammad Uswanas, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.

Para kepala daerah memaparkan pencapaian program-programnya di depan expert panel yang terdiri dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Gunawan, Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto, dan Ketua Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Andi Ilham Said.

Pada gelaran IVL 2 ini, para juri menilai ada ‘benang merah’ paparan kepala daerah dibandingkan pada kegiatan serupa Desember 2017 lali. Mereka menilai, IVL 2 berhasil menemukan dan mengenali pemimpin daerah dengan karakter lokalitas namun dengan visi yang lebih besar jangkauannya. Terutama menyangkut pembangunan daerah dan masyarakat yang berkarakter kebangsaan dan nasionalisme.

Pandangan ini antara lain diungkapkan Andi Ilham Said. Dia melihat visi yang disampaikan para kepala daerah lebih variatif. Namun dari keseluruhan mereka, masing-masing memiliki visi transformatif, melayani masyarakat dan ingin membangun daerahnya lebih sejahtera. “Sekarang mulai tumbuh kesadaran seorang pemimpin itu punya visi yang melayani, yang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Itu sudah mulai terlihat,” kata Andi.

Dia berharap IVL 2 tidak terhenti upaya kepala daerah sekadar mewujudkan visinya tersebut tetapi perlu dikembangkan lebih jauh dan dipertahankan. “Saya berharap acara ini bisa berlanjut, terutama kalau database ini bisa dibangun, maka suatu ketika kita bisa punya model seperti apa pemimpin yang baik,” kata Andi.

Gun Gun Heryanto menilai melihat IVL 2 sebagai satu oase yang berhasil mengangkat gagasan, tindakan, kebijakan dan jaringan yang dilakukan para kepala daerah namun selama ini tidak banyak terungkap ke masyarakat. “Seperti kata Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang berbicara mengenai inovasi di sana, begitu juga di Pekanbaru, dan Kulonprogo. Jadi inilah informasi yang sangat berharga karena bisa menjadikan Indonesia punya optimisme,” kata dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

IVL juga menjadi forum berharga mengetahui keunggulan bangsa ini yang memiliki banyak pemimpin berprestasi dan tangguh. Ini setidaknya diungkapkan Firmanzah yang menilai IVL dapat memperkuat basis data profil kepala daerah berprestasi. Sebab dalam pandangan Firmanzah, membangun Indonesia adalah membangun di daerah. IVL berperan sebagai sarana pengaderan calon pemimpin nasional dan Indonesia tidak akan kehabisan stok pemimpin daerah dan nasional. “Di daerah banyak kepala daerah berprestasi. Kalau ekspetasinya sih mudah-mudahan story telling, best practice yang sudah mereka lakukan bisa disosialisasikan dan menginspirasi kepala kepala daerah yang lain,” kata dia.

Adapun juri lain, Gunawan secara umum menilai pelaksanaan IVL 2 lebih baik dari sebelumnya. Gunawan berharap IVL menjadi ajang seleksi bagi kepala daerah berprestasi dan mencari pemimpin yang mendekat ideal dan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Soekarwo Best Overall
Berdasarkan hasil penilaian dari dewan juri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dinobatkan sebagai kepala daerah visioner terbaik (best overall). Pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo tersebut mendapat perolehan angka indeks yang nyaris sempurna, yaitu 4,88.

Angka indeks tersebut merupakan akumulasi penilaian dari empat komponen yaitu ideologi, komunikasi, kepemimpinan dan kinerja ekonomi. Visi Soekarwo yang berfokus pada reformasi birokrasi mencuri perhatian dewan juri. Terlebih Soekarwo mempraktikkan banyak terobosan dalam mewujudkan visi tersebut.

Soekarwo menjadikan regulasi sebagai tools untuk membenahi kualitas para pemimpin di daerahnya. Melalui regulasi pula, dia bisa lebih leluasa dalam melakukan kontrol yang ketat terhadap jalannya pemerintahan. Regulasi juga memuluskan langkahnya untuk mengedepankan teknologi informasi dalam tiap programnya.

Pada aspek komunikasi, Soekarwo dinilai sukses dalam membangun pola komunikasi yang optimal antara pemerintah daerah dengan masyarakatnya. Pemerintah mencoba untuk menciptakan engagement dengan masyarakat sekaligus membangun kerukunan antarwarga melalui pendekatan kultural. Dengan cara ini, warga merasa memiliki ‘teman’ dan masalah pun bisa diselesaikan secara mufakat.

Selain Best Overall, Program IVL 2 juga memberikan beberapa penghargaan bagi para peserta IVL yang diukur dari kompetensi dan kekuatan masing-masing peserta. Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mendapatkan apresiasi dalam kategori Civic Engagement Leadership.

Wali kota yang akrab dengan panggilan Dani Pomanto tersebut sukses melibatkan partisipasi masyarakat dalam mencapai hasil pembangunan terbaik bagi Kota Makassar. Upaya ini dilakukan dengan mengusung konsep Sombere City, di mana semua lapisan masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan dan pemerintahan.

Sedangkan, wali kota muda yang memimpin Kota Bogor, Bima Arya, mendapat apresiasi sebagai Community-Based Leadership. Dewan juri menilai Bima Arya sukses mengedepankan basis komunitas untuk bekerja bersama-sama mendorong perubahan dan upaya pencapaian tujuan pembangunan di Kota Bogor.

Kesuksesannya dalam menerapkan pola kesejajaran partnership serta upaya pembangunan jaringan hingga level internasional dalam menunjang program pembangunan, membuat para juri mengganjar Wali Kota Jambi Syarif Fasha dengan apresiasi Best In Partnership And Networking Building.

Syarif Fasha menekankan kerja sama dan perlibatan para pihak melalui lobi sebagai sebuah inovasi.

Sedangkan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mendapat apresiasi kategori Ideological Based Leadership. Hasto yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan ini dinilai sukses dalam menerapkan prinsip Bela Beli Kulonprogo. Prinsip ini hakikatnya bentuk sikap berbasis ideologi yang bermakna “Membela produk lokal dengan membeli produk lokal”.

Dalam presentasinya yang menarik, Hasto memaparkan semua pencapaian di daerahnya termasuk kesuksesannya dalam mengembangkan produk lokal air mineral “Airku”. Hasto juga menjelaskan bagaimana kekuatan ideologi yang dibangunnya dapat menumbuhkan inspirasi bagi daerah lain untuk maju melalui basis ini.

Sedangkan gaya kepemimpinan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah yang sukses menciptakan perubahan positif di Bantaeng diganjar juri dengan apresiasi Transformative Leadership. Bupati Bantaeng ini memiliki strategi khusus dalam mewujudkan visinya, yakni dengan menerapkan strategi dengan mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. Nurdin juga menerapkan langkah jitu dengan membangun kepastian dan komitmen dari semua pihak sehingga program pembangunan berjalan sesuai target.

Penjelasan Bupati Fakfak Mohammad Uswanas mengenai kehidupan bermasyarakat di wilayahnya yang dihuni warga dengan latar belakang beragam, membuat juri mengganjar orang nomor satu di Kabupaten Fakfak tersebut dengan apresiasi Best in Tolerance and Diversity.

Mohammad dinilai telah sukses menerapkan sistem manajemen pemerintah berbasis open society pada wilayah dengan latar belakang penduduk yang heterogen. Dengan cara ini, kerukunan di Kabupaten Fakfak bisa tetap terjaga.

Program IVL 2 ini juga memberikan IVL Certificate of Presentation untuk tiga kepala daerah. Yaitu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Wali Kota Pekanbaru Firdaus dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah SP. (Sindo).

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=32337

Posted by on Feb 13 2018. Filed under News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented