|

Anies Akan Permalukan Pemilik Mobil Mewah yang Tak Bayar Pajak

Jakarta – Ratusan kendaraan roda empat di Jakarta bernilai di atas Rp1 miliar masih menunggak pajak. Untuk membuat jera pemilik mobil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mempermalukannya dengan menayangkan nomor polisi kendaraan mewah itu di situs resmi Pemprov DKI Jakarta.

“Masyarakat akan melihat nomor polisi tersebut di jalan, anda akan tahu kendaraan itu lalu lalang di Kota Jakarta dan tidak menunaikan pajaknya,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jumat kemarin.

Untuk itu, Anies mengimbau kepada seluruh pemilik mobil untuk segera melunasi kewajibannya. Sebab seluruh kendaraan yang belum membayar pajak pasti diketahui nomor polisinya. “Macam-macam (waktu) tunggakannya. Ada yang belum bayar tiga tahun, ada yang sudah sejak awal bayar sekali habis itu enggak pernah bayar. Lima tahun juga ada, karena usia mobilnya juga bervariasi,” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Kerja itu percaya pemilik kendaraan dengan angka Rp6 miliar tidak mungkin tak sanggup membayar pajak yang menjadi kewajibannya. “Kalau lihat daftarnya dan tidak bayar pajak, tidak ada penjelasannya, malu kita, malu dengan nilai kendaraan semahal itu. Karena itu, daftar ini kita umumkan semuanya, Anda bisa lihat di sini nomor polisinya ada, merek mobilnya ada, nilainya mobilnya ada, dan kewajiban pajaknya ada,” ungkapnya.

Ke depan, apabila pemilik kendaraan mewah belum juga punya kesadaran untuk membayar pajaknya, Anies akan memberlakukan kebijakan sanksi sosial lebih besar, yakni mendatangi langsung kediamannya dan menagih secara langsung. “Bayangkan kalau didatangin rumahnya, difoto, ditunjukkan ini belum bayar, wah repot ini nanti. Kita akan datangi semua,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mendukung penuh kebijakan Pemprov DKI mengumumkan nomor polisi kendaraan yang belum bayar pajak. Bahkan, kalau perlu dimasukan ke runing text televisi dan media sosial.

Pemilik mobil mewah Lamborgini itu pun mengaku sudah tidak lagi memiliki mobil mewah. Dia meminta kepada teman-teman legislatif dan pengusaha yang masih memiliki mobil mewah dan belum membayar pajak, segera untuk melunasi. “Lambhorgini saya sudah dijual, enggak guna juga, kebanyakan nongkrongnya,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai banyaknya kendaraan mewah yang tidak membayar pajak lantaran belum sinerginya data kendaraan di polisi dan BPRD. Bahkan dia melihat masih banyak yang belum terdaftar.

Menurut Nirwono, apabila data kendaraan polisi dan BPRD sinergi, pengguna kendaraan mobil mewah sangat mudah ditindak dan diminta untuk menyelesaikan kewajibannya.

“Polisi saya dengar belum keluarkan seluruh data mobil mewah yang belum bayar pajak. Meskipun diumumkan dalam website atau media sosial, pengguna kendaraan mewah minim sadar membayar pajak. Bisa saja kan itu dia beli sama pemilik pertama,” pungkasnya.(Sindo)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=31511

Posted by on Jan 13 2018. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented