|

Balai Adat Dipercantik, Mustafa Minta Warga Lestarikan Seni dan Budaya Lampung

Lampung Tengah – Sebanyak 34 balai adat di Kabupaten Lampung Tengah telah
selesai diperbaiki, Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa meminta
masyarakat untuk memanfaatkan balai adat sebagai wadah atau laboratorium
pelestarian seni budaya khususnya adat Lampung.

Semakin terkikisnya adat istiadat Lampung di kalangan pemuda, Bupati
Mustafa terus berupaya mengembalikan ruh kebudayaan Lampung agar dapat
menyentuh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan menggelontorkan anggaran Rp 11,5 miliar, Mustafa merehab rumah adat
dari 9 kebuayan di 13 kecamatan di Lampung Tengah. Hal ini sebagai salah
satu upayanya menjaga eksistensi kebudayaan Lampung.

Selasa, 3/1/2018, dua balai adat masing-masing di Bandar Surabaya dan
Seputih Surabaya diresmikan oleh Mustafa. Usai diresmikan, Mustafa
berpesan agar warga bisa memanfaatkan balai adat untuk pelestarian daerah.

“Pelestarian budaya harus kita lakukan, dan Pemkab telah menyiapkan
fasilitasnya. Tinggal masyarakat memanfaatnya dengan sebaik mungkin. Saya
harap balai adat bisa menjadi laboratorium kreativitas budaya dan adat
istiadat Lampung,” ungkapnya.
Dia berharap keberadaan balai adat tidak hanya digunakan untuk
pengembangan kesenian, namun juga pelaksanaan kegiatan lainnya yang
menunjang pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat.

“Saya percaya, lewat kebudayaan bisa membangun karakter manusia yang lebih
beradab. Karenanya upaya pelestarian terus saya lakukan. Saya memberikan
ruang dan tempat untuk suku apapun yang ingin melestarikan kebudayaannya
disini,” tandasnya.

Lebih jauh Mustafa menerangkan, anggaran Rp 11,5 milliar, masing-masing
balai adat menerima kucuran dana Rp 150 juta hingga Rp 1 miliar untuk
rehab. Bantuan tersebut disalurkan untuk 13 kecamatan yakni Padangratu,
Gunungsugih, Terbanggibesar, Rumbia, Seputih Banyak, Seputih Surabaya, Way
Pengubuan, Bandar Mataram, Pubian, Anak Tuha, Bumi Nabung, Bandar Surabaya
dan Selagai Lingga.

“Ada 9 kebuayan atau kerajaan di Lampung Tengah yang masing-masing
mempunyai punya balai adat untuk pengembangan kesenian. Tahun ini Pemkab
telah anggarkan Rp 11,5 miliar untuk rehab 34 balai adat. Saya minta
anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita percantik balai adat kita,
sehingga pelestarian budaya berjalan maksimal,” ungkapnya.

Dia memaparkan 9 kebuayan tersebut yakni Nunyai, Unyie, Subing, Nuban,
Beliuk, Selagai, Anak Tuha, Nyerupo dan Pubian. Dengan ini Mustafa tidak
hanya focus kegiatan pelestarian budaya, tetapi juga focus pada sarana dan
prasarana yang menunjang kebudayaan tersebut.

“Pelestarian budaya tidak hanya berbicara even atau kegiatan, tetapi juga
pengembangan sarana dan prasarana. Balai-balai adat kita perbaiki, selain
itu menyalurkan bantuan alat musik tradisional untuk sanggar-sanggar
kesenian. Tahun ini Pemkab juga membangun simbol-simbol kebudayaan yang
ada di Lampung Tengah, mulai dari tugu 9 gajah, tugu canang, pepadun,
gajah beratai dan lainnya” papar Mustafa.

Sementara itu, Camat Seputih Surabaya Dedi Fadilah berharap pembangunan
balai adat dapat menstimulan warga agar lebih mencintai kesenian dan
kebudayaan yang ada di Lampung Tengah.

“Keberadaan balai adat dan sekarang lebih diperncantik, mudah-mudahan
semakin menunjang pelestarian adat istiadat di Lampung Tengah khususnya di
Kecamatan Seputih Surabaya. Kami berharap warga khususnya para pemuda
semakin tergerak untuk melestarikan budaya yang kita miliki,” pungkasnya.
(ADV)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=31259

Posted by on Jan 3 2018. Filed under Tak Berkategori. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented