|

Pemkab Lamteng Tunjuk PT Asparindo, PT Pandu Berharap Pembangunan Pasar BJP Cepat Selesai

Lampung Tengah – PT Pandu Jaya Buana masih berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) memberikan kesempatan kepadanya untuk mengelola pembangunan renovasi pasar Bandar Jaya Plaza (BJP).

Namun, Pemerintah Daerah nampaknya memiliki penilaian tersendiri terhadap kinerja PT Pandu. Sehingga kontrak kerjasama renovasi pembangunan Pasar BJP sampai dengan akhir Desember 2017 tidak akan diperpanjang.

Sesuai dengan keputusan dan pertimbangan Tim Kordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD) Pemkab Lamteng secara resmi telah memutus kontrak kerjasama pembangunan renovasi pasar BJP pada hari ini (28/12/2017).

Sementara untuk melanjutkan pembangunan pasar BJP yang belum selesai, Pemkab Lamteng telah menunjuk PT Asparindo sebagai pengembang baru menggantikan PT Pandu sebagai penerus pembangunan pasar BJP.

“Kami (PT Pandu-red) sebenarnya masih berharap diberikan kesempatan, untuk melakukan pembangunan renovasi pasar BJP. Namun Pemda memiliki penilaian sendiri terhadap kinerja kita. Sehingga akhir tahun ini kotrak antara PT Pandu dengan Pemda di putus. Untuk tahun depan (2018), pembangunan akan di konsep oleh PT Asparindo,” ucap Direktur Operasional PT Pandu Jaya Buana saat dikonfirmasi media, Jumat (29/12/2017).

Ratno mengakui jika selama ini pembangunan yang dilakukan PT Pandu terkesan banyak macet. Oleh karena itu, dengan telah beralihnya manegemen pembangunan pasar BJP ke PT Asparindo, pembangunan renovasi pasar ini bisa
cepat selesai. Dan penataan parkir yang perioritas dapat ditata dengan sistem tiket.

Rencananya dari PT Asparindo akan mengkaji lagi desain pasar BJP dari desain pengembang yang lama. Supaya desain yang baru ini sesuai dengan kontur pedagang di Lamteng.

“Untuk pembangunan yang baru ini ada beberapa perubahan seperti Parkir yang tadinya akan di atas terminal berubah desain tidak jadi dan akan di pindah di lahan kosong di belakang terminal. Kemudian yang tadinya dengan luas pasar 2 hektar ini mau di kasih AC semua kemungkinan akan berubah, ada sebagian tidak sesuai dengan kebutuhan,”katanya.

Untuk sinema yang akan dibangun dilantai tiga, lanjutnya, PT Asparindo akan mengusahan, dan dalam waktu dekat ini akan mengundang kota sinema mall, yang standar dengan xxx 21, film sama denfan tiket lebih hemat.

“Jadi PT Pandu secara manegemen akan diambil alih PT Asparindo. Mengingat hak guna bangunan maka saham dibeli PT baru,”ungkapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya peralihan manegemen perusahaan ini tentunya Vendor-vendor sebagai mitra kerja PT Pandu akan diputus semua, sampai dengan 31 Desember 2017 PT Asparindo akan memanggil kembali.

“Jika para Vendor bisa mengikuti aturan manegemen yang baru, kemungkinan masih akan di pakai. Tidak akan ada lelang, mungkin sifatnya penunjukan langsung. Tapi bakal ada yang di putus. Karena selama tiga bulan banyak setoran yang menunggak. Ini menjadi perimbangan kita.”pungkasnya.(Rendra)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=31233

Posted by on Jan 2 2018. Filed under Ekonomi, News, Otomotif, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented