|

KPU gelar uji publik terkait daftar pemilih Pemilu 2019

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan uji publik dua draf peraturan KPU terkait daftar pemilih dalam negeri dan pemilih luar negeri dalam rangka pemilu legislatif dan presiden 2019. Agenda ini dihadiri stakeholder terkait dari partai politik, NGO, LSM, dan pemerintah.

Uji publik tersebut bertujuan untuk menyusun data pemilih yang komprehensif, akurat, dan mutakhir serta, data pemilih tersebut untuk persiapan logistik yang akan disediakan KPU. Salah satu aturan yang ditetapkan adalah mematok setiap TPS ditetapkan maksimal 300 pemilih.

“KPU merencanakan setiap TPS maksimal 300 pemilih dan itu berdasarkan dua kali ujicoba di Tangerang dan Bogor,” ujar Komisioner KPU Hasyim Asyari di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

Fokus dalam uji publik ini utamanya berbincang dengan Kementerian Dalam Negeri dalam rangka administrasi kependudukan untuk menyusun daftar pemilih. Kemendagri telah menyodorkan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) kepada KPU sebanyak 160.756.143 pemilih yang berasal dari 31 provinsi dan 381 kabupaten kota. Namun, dalam aturan KPU, D4 akan dimutakhirkan lagi dengan data pemilih sementara sehingga dapat diambil daftar pemilih tetap.

“Karena prinsip undang-undang yang dianut UU 7/2017, sistem pendaftaran pemilih berkelanjutan. Awalnya apa. Tentu daftar pemilih terdahulu dan daftar pemilih pemilu terakhir. Itu data awal yang kemudian disandingkan dan disinkronisasi dengan administrasi penduduk kementerian dalam negeri karena di situ yang punya potensi pemilih baru, misal pemilih yang berusia 17 tahun di hari pemungutan suara,” jelasnya.

“Kemudian WN anggota TNI polri yang pensiun, atau WN yang punya hak pilih sementara tidak digunakan, dan status kawin. Meski sudah kawin walau belum 17 tahun, punya hak pilih. Situasi itu yang mungkin menyerahkan datanya adalah pemerintah,” tukasnya. [Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=30431

Posted by on Des 5 2017. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented