|

Pemkab Lamteng membuka pelayanan pemeriksaan penyakit HIV/AIDS secara gratis

Lampung Tengah – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melaui Dinas Kesehatan membuka pelayanan pemeriksaan penyakit HIV/AIDS secara gratis kepada seluruh masyarakat Lamteng, di depan Masjid Istiqlal Bandarjaya, Sabtu 02 Desember 2017.

Layanan pemeriksaan gratis tersebut dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2017, dan memastikan masyarakat Lamteng terbebas dari penyakit mematikan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Lamteng Hairul Azman, M. Kes mengatakan, bahwa penyakit HIV/AIDS sangat berbahaya jika di idap oleh masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahayanya penyakit tersebut.

“Sosialisasi ini dilakukan mengingat angka penyakit HIV/AIDS di Lamteng cukup tinggi terutama di wilayah Bandarjaya. Kemudian daerah Seputih Banyak, Kali Rejo, Candi Rejo itu yang kita fokuskan. Dan hari ini kita membuka test gratis di wilayah Bandarjaya bagi masyarakat umum yang ingin memeriksa kesehatanya,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, pihaknya memberikan penjelasan kepada masyarakat bagaimana upaya-upaya pencegahan dan pengobatan penyakit mematikan tersebut. Sehingga dia tidak menjadi penyebab penyakit tersebut bagi orang lain atau masyarakat dan keluarganya sendiri.

Berdasarkan data terakhir yang didapat, Dinas Kesehatan Lamteng mencatat ada 71 kasus penyakit mematikan tersebut pada tahun 2017, atau meningkat 100 persen lebih dibadingkan 2016 lalu yang hanya berjumlah 31 kasus.“Dari 71 kasus penyakit tersebut meningal 14 orang dan sisanya masih hidup,”terangnya

Hairul menambahkan, di Lamteng sendiri ada beberapa central Puskesmas yang sengaja dibuat untuk mengelola penyakit HIV/AIDS, sala satunya Puskesmas Bandarjaya. Ia pun melihat langsung bagaimana populasi kunci tempat-tempat beresiko terkena penyakit mematikan tersebut.

“Saya atas nama Pemkab Lamteng menghimbau kepada masyarakat agar menggukan alat kontrasepsi saat ingin melakukan hubungan intim meski dengan pasangannya sendiri. Bagi masyarakat yang beresiko terkena penyakit HIV/AIDS harus berani periksa tidak usah malu-malu. Dengan diperiksa dan diobati, maka penyakit mematikan tersebut tidak akan menular kekeluarga dan orang lain,”pungkasnya.(Rendra)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=30367

Posted by on Des 3 2017. Filed under Ekonomi, Health, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented