|

KPK: Belum Ada Perkembangan Signifikan dalam Kasus Novel

Jakarta — Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku bahwa belum ada perkembangan signifikan yang diinformasikan oleh pihak kepolisian mengenai pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Kepolisian ‘welcome’ kita masuk ke dalam, sejauh ini belum ada perubahan (informasi) yang signifikan. Saya sendiri menawarkan diri untuk masuk tim itu dan Polri juga ‘welcome’, jadi artinya semuanya terbuka kok, kita harus sabar karena ini kan kejahatan tidak gampang,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK Jakarta, Senin (30/10).

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnyapada 11 April 2017 seusai shalat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Hari ini adalah peringatan 200 hari peristiwan penyiraman air keras tersebut. “Kemajuannya belum, biasanya kalau ada kemajuan mereka akan beritahu kita,” tambah Saut. Menurut Saut, KPK terakhir mendapatkan informasi dari pihak kepolisian saat terakhir kali bertemu dengan Kapolri pada Juni lalu.

“Waktu itu pas ketemu kapolri saja kita singgung sedikit, tapi itu juga belum ada kemajuan signifikan ya, nanti kita tunggu saja tapi tim saja kan masih kerja,” tambah Saut.

Laode mengatakan bahwa komunikasi KPK dengan Polri masih terus dilakukan. “Komunikasi tetap dilangsungkan, Kapolda memimpin langsung upaya pencarian itu, mudah-mudahan tidak lamalah kita bisa menemukan,” ucap Laode, berharap.

Tapi mengenai pembentukan tim independen seperti permintaan Novel menurut Laode belum menjadi opsi. “(Pembentukan tim independen) itu belum jdi opsi karena dilihat bahwa pihak Polri masih melakukan pekerjaannya. Menurut mereka kasusnya sulit. Info terakhir tentang Novel mereka menemukan beberapa ‘clue”, tapi belum dipresentasikan,” tambah Laode.

Novel pada Agustus 2017 lalu sudah melakukan operasi besar yaitu menggunakan gigi sebagai salah satu obat pengganti kornea mata kiri yang rusak ditambah plastik artifisial, sedangkan di bagian putih mata akan diganti dengan jaringan gusi.

Seharusnya pada Oktober ini ia kembali melakukan operasi besar namun permukaan retinanya tidak rata. Kondisi bola mata kanan Novel masih baik dengan tekanan 17 sedangkan mata kiri tidak dapat dilakukan tes secara spesifik dan hanya diperiksa dengan menekan kelopak mata bagian atas karena tertutup gusi, namun diperkirakan tekanannya sedikit lebih tinggi dari mata kanan. Dokter memberikan 2 macam obat tetes mata yang harus diberikan untuk menjaga tekanan bola mata.(Republika)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=29343

Posted by on Okt 31 2017. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented