|

Aduh Sakitnya…. 13 Parpol Tidak Bisa Ikut Pemilu 2019

BAGI rakyat sih, makin sedikit partai makin bagus. Tapi bagi partai, makin sedikit partai justru makin sempit peluang mencapai kekuasaan. Maka ketika KPU mengumumkan, hanya 14 parpol yang bisa mengikuti tahapan Pemilu, rakyat merasa senang. Sebaliknya parpol yang dicoret KPU justru mencak-mencak. KPU memastikan, ada 13 parpol yang tak bisa ikut Pemilu 2019. Aduh, sakitnya……

Belum lama ini Mendagri mengumumkan bahwa dana parpol dinaikkan menjadi Rp 1.000,- per suara. Ini tentu sangat menggembirakan bagi pemilik partai. Sebab semakin banyak memperoleh suara lewat Pemilu, makin besar dana parpol yang diterima dari pemerintah saban tahun.

Jangan-jangan, gara-gara dana parpol yang naik 10 kali lipat itu menjadikan orang berlomba-lomba bikin parpol. Seperti yang terdaftar di Kemenkumham, di Indonesia kini tercatat ada 73 parpol. Dari jumlah itu yang mengikuti pendaftaran lewat Sistim Informasi Parpol (Sipol) sebanyak 31 parpol. Dari jumlah itu setelah diseleksi lagi tinggal 27. Sayangnya, sampai perpanjangan pendaftara 17 Oktober malam, yang mampu mengikuti Sipol hanya 14, yang mayoritas parpol lama.

Ada 13 parpol yang gigit jari, tak bisa ikut Pemilu 2019, di antaranya adalah PKPI milik Hendro Priyono, PBB milik Yusril Ihza Mahendra, dan Idaman milik Rhoma Irama. Paling menyakitkan adalah PKPI dan PBB. Pada Pemilu 2014 mereka masih bisa ikut meski tak dapat kursi. Tapi Pemilu 2019 mendatang, sepertinya bakal wasalam. Karena itulah kedua parpol tersebut hendak menggugat ke PKPU.

Dari parpol yang lolos Sipol, hanya 14. Itupun bukan jaminan bisa ikut Pemilu 2019. Sebab harus melalui penelitian administrasi, verifikasi faktual, dicek keanggotaan, termasuk survei ke daerah-daerah. Bisa saja partai yang Pemilu 2014 masih menggaet kursi DPR, pada pengumuman KPU 17 Februari 2018 mendatang tak lolos verifikasi.

Bagi rakyat sih, lebih senang jika Parpol yang ikut Pemilu sedikit saja, tidak ombyokan seperti sekarang. Kalau bisa seperti jaman Orde Baru saja, cukup 3 partai, atau malah 2 partai seperti AS, hanya Republik dan Demokrat. Tapi kan semua Ketum Parpol mimpi ingin jadi Presiden, sehingga jika Parpol diminta fusi, mana mau. – semprul.(Poskota)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=29018

Posted by on Okt 21 2017. Filed under Ekonomi, News, Opini, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented