|

Kapolri pastikan pelaku penyerangan Kemendagri akan diproses hukum

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan aksi penyerangan Kantor Kemendagri oleh puluhan pendukung salah satu pasangan calon Bupati Tolikara, Papua masuk dalam ranah pidana. Dia memastikan akan memproses 15 orang yang diamankan terkait penyerangan kantor Kemendagri.

“Penggunaan kekerasan, apapun juga tak boleh terjadi. Melukai orang, menghancurkan tak boleh terjadi, itu pasti akan kita proses,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10).

Menurutnya, akar masalah ini terjadi karena konstelasi politik yang kurang sehat di Papua. Tito mengaku telah memerintahkan Kapolda Papua dan pihak terkait untuk membantu menenangkan masyarakat.

Tito menuturkan, sebenarnya masalah ini tidak akan terjadi jika pihak yang menang mampu merangkul pihak yang kalah Pilkada.

“Saya paham sebagai mantan Kapolda Papua, dua tahun di sana. Sebetulnya kalau yang menang bisa merangkul semua pihak, juga enggak akan masalah. Kadang-kadang begitu menang uforia, yang kalah merasa dipinggirkan,” terangnya.

Meski demikian, Tito mengklaim memahami bahwa penyerangan itu dilandasi rasa tidak puas atas kekalahan gugatan Pilkada yang diajukan kubu John Tabo-Barnabas Weya di MK.

“Saya paham betul barisan merah putih ini. Ini mereka mungkin menyuarakan ketidakpuasan mereka karena calon mereka dikalahkan di MK. Tapi apapun juga keputusan MK adalah final dan binding, final dan mengikat,” ungkapnya.

“Jadi kalau seandainya mereka melakukan kekerasan di Jakarta di Papua, proses hukum harus tegak, ndak boleh terjadi,” sambung Mantan Kapolda Papua ini.

Polisi telah mengamankan 15 orang terkait penyerangan kantor Kemendagri oleh massa dari pendukung salah satu pasangan calon Bupati Tolikara, Papua. Mereka melakukan perusakan karena merasa tidak didengarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Ada 30 orang yang tadi di sana dan 15 orang yang kita amankan di Polda Metro Jaya. Jadi nanti akan memeriksa berkaitan dengan kasus tersebut ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (11/10).

Argo menjelaskan sementara ini pihaknya sedang melakukan investigasi dan mendalami peran masing-masing dari mereka.

“Sedang kita lakukan investigasi dan pendalaman kita akan melakukan secara profesional,” tambah dia. [Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=28766

Posted by on Okt 12 2017. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented