|

Polres Lamteng mengamankan pelaku pencurian burung

Lampung Tengah – Jajaran Polres Lampung Tengah berhasil mengamankan pelaku pencurian burung ‎atas nama Bastiar (26) warga Kampung Suka Jawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, di Lapangan Wates, Lamteng sekira pukul 21:00 WIB, Kamis (10/8/2017).

Sebelum pihak kepolisian mengamankan pelaku pencurian burung kacer ini, tersangka Curat ini sempat diamuk masa lantaran dipergoki pemilik burung saat hendak melakukan aksi kejahatannya.

Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP. Reski Maulana mewakili Kapolres AKBP. Purwanto Puji Suttan menjelaskan kronologisnya. Pada saat pelaku melakukan pencurian burung dipergoki oleh pemilik, sehingga pemilik burung berteriak minta tolong kepada warga sekitar, dan masyarakat berkumpul mengejar pelaku dan akhirnya pelaku pencurian ‎ini berhasil ditangkap masyarakat.

“Sebelum kita amankan ‎pelaku ini sempat diamuk masa. Kita segera ke TKP setelah mendapat laporan dari masyarakat. Pelaku langsung kita amankan untuk menghindari amukan masa ‎untuk main hakim sendiri,”terang Reski kepada awak media saat gelar Ekspos dihalaman Mapolres setempat, Jum”at (11/8/2017).

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, kata Reski, pelaku pencurian burung ini sudah enam kali melakukan aksi kejahatannya dengan kasus yang sama dan baru berhasil ditangkap kali ini. Saat melakukan aksinya juga, pelaku kerap ditemani satu rekannya berinisial (AJ) yang berhasil kabur dan saat ini menjadi DPO Polres Lamteng.

“Pelaku satunya berhasil kabur karena mengetahui akan dikejar masa. Kalau tersangka yang berhasil kita tangkap ini modusnya sebagai pengawas saat akan melakukan pencurian. Jadi rekannya yang mengambil, tersangka Bastiar ini yang mengawasi agar aksi kejahatannya berjalan lancar dan berhasil membawa kabuar hasil curiannya,”katanya.

‎‎Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun.”Pelaku berikut barang buktinya saat ini sudah kita amankan di Mapolres setempat untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,”pungkasnya.‎

Sementara tersangka Bastiar saat dimintai tanggapan awak media mengaku bahwa hasil curiannya selama ini digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras (tuak).”Sudah enam kali saya mencuri burung mas‎. Hasilnya biasa saya jual dengan Udin dengan harga 100-200 ribu perburung.”ungkapnya. (Rendra)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=26772

Posted by on Agu 11 2017. Filed under Ekonomi, Health, News, Opini, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented