|

Waseso beberkan awal mula informasi ada penyelundupan sabu satu ton

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso menuturkan, pengungkapan sabu satu ton yang diselundupkan di Anyer, Banten merupakan keberhasilan negara. Pasalnya, terungkapnya penyelundupan sabu satu ton berkat koordinasi dengan Kepolisian Taiwan yang diberikan ke BNN.

“Kita sebarluaskan ke Bea Cukai dengan Kepolisian. Kita sama-sama menangani itu, kita membagi sektor dari pada pengungkapan atau penangkapan,” ujar Waseso di BNN Jakarta, Jumat (21/7).

Menurut dia, ada beberapa tempat yang diprediksi barang haram itu akan masuk bahkan jumlahnya lebih besar. Waseso mengatakan, pengungkapan ini penelusuran dari Bea Cukai. Sebab BNN tidak bisa mendeteksi kapal, karena tidak mempunyai peralatan.

“Karena yang punya Bea Cukai jadi mustahil kalau kita kerja sendiri sangatlah tidak mungkin,” ucap dia.

Oleh karena itu, BNN selalu bersinergi dalam mengungkap jaringan narkotika dengan berbagai pihak. Terlebih lagi ada 72 jaringan narkoba internasional di Indonesia.

“Sampai hari ini itu (jaringan internasional) terdeteksi 72, tapi dengan Filipina melakukan tindakan tegas terhadap jaringan narkotika di Filipina maka mereka bergeser ke Indonesia,” jelas Waseso.

Mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan, secara khusus belum terdeteksi tentang jaringan Filipina akan tetapi narkotika untuk negara tersebut sudah bergeser ke Indonesia. “Dan ini pasti dikendalikan oleh jaringan narkotika Filipina,” tukasnya. [Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=26066

Posted by on Jul 21 2017. Filed under Ekonomi, News, Opini, Pendidikan, Tekno, Wisata. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented