|

Islam di Indonesia Paling Rahmatan lil Alamin

Medan – Indonesia dinilai sebagai negara di mana penduduk muslimnya terbesar di dunia. Namun tetap rahmatan lil alamin. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, sudah barang tentu dekat dengan para ulama.

“Sejarah kemerdekaan bangsa ini dilandasi dengan semangat persatuan kesatuan dan gotong royong para ulama dan tokoh agama lainnya,” kata Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, dalam safari ramadan di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara, Sabtu malam.

Kemudian setelah Indonesia merdeka, sebagian ulama dan santri kembali ke pesantren. Akan tetapi ada juga yang tetap mengabdi dalam perjuangan bersenjata untuk mengamankan kemerdekaan yang diraih dengan membentuk badan keamanan rakyat.

“Bahkan Panglima Besar Jenderal Sudirman adalah seorang guru agama dan seorang kiai. Jadi, latar belakang sejarah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, membuat ulama dan TNI tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Panglima TNI menambahkan, meski pun bangsa ini sudah berjuang selama ratusan tahun untuk meraih kemerdekaan, namun kemerdekaan tidak segera terwujud. Padahal, perjuangan dilakukan mulai dari Aceh, Sumatera Utara terus sampai ke Maluku.

“Kemerdekaan tidak terwujud karena masih bersifat kedaerahan. Menyadari hal itu, maka pada tahun 1928 semua anak bangsa bersatu tanpa melihat Suku, Agama, Ras, Bahasa,” jelasnya.

Semuanya mengaku bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu Indonesia. Hal itulah awal dari perjuangan panjang menyatukan bangsa ini.

“Sehingga dengan gotong royong, hanya perlu 17 tahun kemudian bangsa ini dapat merdeka. Demikian pula dengan Pancasila, yang merupakan hadiah dari para pendiri bangsa,” tegasnya.

Oleh karena itu, Pancasila harus dijaga dan dirawat bersama. Apalagi, Pancasila adalah hadiah dari para alim ulama dan tokoh agama kepada Indonesia.

“Ulama Indonesia dalam sejarahnya adalah pemersatu bangsa. Sehingga apabila ada orang yang bepakaian seperti ulama tetapi memecah belah bangsa, atau memakai nama apa pun untuk menyudutkan agama lain, itu pasti bukan ulama,” tukasnya.(Suaramerdeka)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=25365

Posted by on Jun 19 2017. Filed under Ekonomi, News, Opini, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented