|

Buku jihad dan alat kemping disita dari penggerebekan di Jateng

Semarang – Selain mengamankan 3 orang terduga teroris di Temanggung dan Kendal, Jawa Tengah, Tim Densus 88 Mabes Polri juga mengamankan dan menyita berbagai jenis barang bukti. Barang bukti itu mulai dari buku-buku jihad, bahan kimia, perlengkapan survival pencinta alam atau alat kemping sampai bendera bertuliskan ‘Lailahailallah’.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarot Padakova menegaskan, usai ditangkap ketiga terduga teroris kemudian dimintai keterangan. Berdasarkan informasi, dilakukan penggeledahan di rumah masing-masing terduga teroris dan sebuah masjid.

“Banyak barang bukti yang diamankan. Penggeledahan selain dilakukan oleh Tim Densus 88 juga diikuti oleh Tim Inavis dan jajaran Polres Kendal,” tegas Djarot.

Di Kendal, Tim Densus 88 Mabes Polri berhasil mengamankan berbagai barang bukti di antaranya; 9 Unit HP merek samsung, asus (2 buah), Nokia dan merk China yang tidak terkenal.

“Ada juga dokumen Yayasan Abu Bakar beserta cap dan stempel. Termasuk buku-buku Tauhid dan Jihad. Itu ditemukan Z warga Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Di Masjid Abu Bakar, Kabupaten Kendal petugas berhasil mengamankan tas berisi bahan kimia, peralatan kompor lapangan, peralatan mandi, obat-obatan, buku bertuliskan nomor rekening, buku-buku tentang jihad. Kemudian, sleeping bad dan tenda.

“Kemudian di rumah terduga teroris R di Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal ditemukan barang bukti berupa gerenda alat pemotong besi, alat las, kikir, bendera merah putih bertuliskan ‘Lailahailallah’,” katanya.

Djarot menjelaskan, saat penggeledahan di rumah terduga teroris AZ alias F alias F di Desa Bonjor, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, tim Densus 88 Mabes Polri menemukan 2 buah laptop, 3 buah HP, 4 buah flashdisk.

“Juga berbagai jihad buku seperti; buku ‘Salafi Pengkhianat’, buku ‘Ritual Ibadah’, buku Sara Aqidah’, buku ‘Al Milal Wal Al Mihal’, buku ‘Melumpuhkan Senjata Syetan’, buku buku ‘Olo Baqiah’, buku absensi pengajian malam ahad, buku Kitab Al Qowah Wal Amaliyah, buku Kitab Takziatul Nufus dan buku Tsawabit Mutaghayyirat,” tambah dia.

Djarot menambahkan, proses penggeledahan berlangsung selama kurang lebih sekira lima jam.

“Setelah dilakukan penggeledahan hingga pukul 11.30 WIB, saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan pendalaman terhadap ketiga teroris tersebut,” pungkasnya.

Ketiga terduga teroris ini diduga kuat merupakan jaringan dari teroris kelompok Kota Semarang yang beraksi di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa tas milik pelaku teroris yang beraksi di Tuban berinisial MM di Masjid Abu Bakar, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Terduga teroris MM tewas usai beraksi di Tuban setelah dihadiahi timah panas oleh Tim Densus 88 Mabes Polri saat dalam pengejaran di hutan.

Masjid ini terletak tidak jauh dari tempat tinggal terduga teroris R di Dusun Bumen, Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Tim Densus 88 melakukan penggeledahan masjid usai menggeledah rumah R.

Tas berwarna hitam itu berisi bahan kimia, peralatan kompor lapangan, peralatan mandi, obat-obatan, buku-buku jihad, kartu identitas Sapala (organisasi pecinta alam) milik MM serta tas hitam berisi pakaian.

“Iya. Masih dilakukan pemeriksaan pendalam oleh Tim Densus 88 Mabes Polri soal itu,” ungkap Djarot. [Merdeka]

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=25353

Posted by on Jun 18 2017. Filed under Ekonomi, News, Pendidikan, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented