|

Jokowi: Jangan Biarkan ASEAN Jadi Proxy Rivalitas Negara Lain

Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan ASEAN harus menjadi bagian dari solusi dunia. Dia meminta agar pemimpin negara-negara ASEAN tidak membiarkan ASEAN menjadi proxy rivalitas kekuatan besar dunia.

“ASEAN dinilai netral, tapi selalu siap menjadi bagian dari solusi,” kata Jokowi saat sesi plenary di KTT ASEAN di Philippine International Convention Center, Manila, Filipina, Sabtu, 29 April 2017.

Jokowi mengatakan ASEAN telah menjadi tempat bagi kekuatan-kekuatan besar untuk bicara satu sama lain. Dia mencontohkan pengumuman Wakil Presiden Amerika Mike Pence di Jakarta pada pekan lalu yang menyatakan Presiden Amerika Mike Trump yang bakal hadir di KTT ASEAN-AS dan East Asia Summit tahun 2017. Jokowi menganggap rencana membuktikan minat kekuatan besar untuk tetap menjalin hubungan baik dengan ASEAN.

Di tengah kondisi dan rivalitas geopolitik yang menghangat, Jokowi menekankan ASEAN harus tetap aktif memberikan solusi bagi dunia. Ini bisa dicapai dengan kesatuan dan sentralitas ASEAN yang menjadi kunci bagi ASEAN sebagai organisasi yang dihormati. “Jangan biarkan ASEAN menjadi proxy rivalitas kekuatan-kekuatan besar, ASEAN harus tetap menjadi hub of regional diplomacy,” kata Jokowi.

Meski demikian, terdapat sejumlah hal yang harus dibenahi oleh komunitas ASEAN, terutama soal implementasi dan pelaksanaan segala kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai dari pertemuan negara-negara ASEAN. “ASEAN harus menjadikan pertemuan-pertemuan ASEAN lebih efektif dan efisien,” kata Jokowi. Kesadaran dan rasa memiliki masyarakat ASEAN juga perlu dibangun.

Semboyan people-centered people-oriented yang kerap bergema di forum ASEAN, kata Jokowi, jangan hanya dijadikan jargon, namun harus diterapkan. “Buruh migran harus dilindungi, para pelaut ASEAN harus merasa aman berlayar di perairan ASEAN, para UMKM kita harus terus diberdayakan, serta hak asasi masyarakat ASEAN harus dilindungi dan dimajukan,” kata Jokowi.

Jokowi juga memaparkan mengenai kondisi terkini yang terjadi di kawasan ASEAN, mulai dari maraknya kegiatan lintas batas seperti perompakan, radikalisme dan terorisme, IUU Fishing, dan kejahatan narkoba. Para pemimpin ASEAN harus memberikan perhatian besar terhadap upaya mengatasi kejahatan lintas negara tersebut. “Jangan sampai kita terlambat,” kata dia.

Jokowi mendorong ASEAN terus memperkuat kerjasama ekonomi dengan pihak luar. Upaya ini dilakukan untuk menangani permasalahan proteksionisme negara-negara lain yang mulai menggejala. Negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership juga diharapkan bisa diselesaikan sesegera mungkin.

Kesenjangan pembangunan harus dipersempit. Kelompok menengah ASEAN harus dimanfaatkan untuk menarik gerbong ekonomi ASEAN, termasuk UMKM. “Kita ingin melihat ASEAN maju bersama dengan majunya seluruh negara ASEAN. Tidak boleh satu pun orang dan negara yang tertinggal dalam kemajuan ASEAN,” kata Jokowi.(Tempo)

Short URL: http://detiknusantara.com/?p=23633

Posted by on Apr 29 2017. Filed under Ekonomi, News, Opini, Pendidikan, Politik, Tekno. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

*

iklan 1

header

Recently Commented